Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
Peristiwa
23 jam yang lalu
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
2
Ibu Curi Sawit di Riau Dianggap Kasus 'Ecek-ecek', DPR: Sebagai BUMN, PTPN V Memalukan
Hukum
23 jam yang lalu
Ibu Curi Sawit di Riau Dianggap Kasus Ecek-ecek, DPR: Sebagai BUMN, PTPN V Memalukan
3
LaNyalla Akan Laporkan Polemik DPRD dan Pemkab Jember ke Presiden
Politik
23 jam yang lalu
LaNyalla Akan Laporkan Polemik DPRD dan Pemkab Jember ke Presiden
4
Spanduk Ucapan Selamat kepada 'Negara Federal China Baru' Berkibar di Langit AS
Internasional
22 jam yang lalu
Spanduk Ucapan Selamat kepada Negara Federal China Baru Berkibar di Langit AS
5
Kantor dan Rumah Makan di DKI Bisa Buka pada 8 Juni, Kapasitas hanya 50 Persen
Kesehatan
23 jam yang lalu
Kantor dan Rumah Makan di DKI Bisa Buka pada 8 Juni, Kapasitas hanya 50 Persen
6
Viral? Tagar #GeorgeFloydChallenge tak Tembus 100 Postingan per Kamis Sore di Instagram
Umum
23 jam yang lalu
Viral? Tagar #GeorgeFloydChallenge tak Tembus 100 Postingan per Kamis Sore di Instagram

Pemerkosa Dua Anak yang Dibebaskan PN Cibinong Dihukum MA 11 Tahun Penjara

Pemerkosa Dua Anak yang Dibebaskan PN Cibinong Dihukum MA 11 Tahun Penjara
Gedung MA. (lp6c)
Sabtu, 13 Juli 2019 23:09 WIB
JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepada HI (41). HI merupakan terdakwa pemerkosaan terhada anak berusia 7 dan 14 tahun yang dibebaskan Pengadilan Negeri (PN) Cibinong pada 25 Maret 2019 lalu.

Dikutip dari liputan6.com, memvonis HI pidana penjara 11 tahun, MA juga mewajibkan HI membayar denda Rp60 juta subsider 3 bulan kurungan.

''Terdakwa pemerkosa yang dibebaskan PN Cibinong, di tingkat kasasi dijatuhi pidana 11 tahun, denda Rp60 juta subsider 3 bulan kurungan,'' ujar Kabiro Humas MA Abdullah saat dikonfirmasi, Sabtu (13/7/2019).

Sebelumnya, HI divonis bebas oleh Majelis Hakim PN Cibinong. Vonis ini kontroversi, sebab jaksa penuntut umum meminta hakim menjatuhi hukuman 14 tahun penjara.

MA kemudian memberikan sanksi kepada hakim Pengadilan Negeri Cibinong, lantaran dianggap tidak sesuai dengan Peraturan MA Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum.

Abdullah sempat mengatakan, bukan saja Hakim PN, tetapi Ketua PN Cibinong juga dikenakan sanksi.

''Putusan tersebut telah mengundang perhatian, keprihatinan dan reaksi keras dari masyarakat. Sehingga laporan atau pengaduannya sampai ke Mahkamah Agung,'' kata Abdullah dalam keterangannya, Selasa 30 April 2019.

Verifikasi Laporan

Setelah ada laporan masuk, pimpinan MA langsung memerintahkan Badan Pengawasan untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap laporan atau pengaduan masyarakat.

''Atas laporan tersebut Pimpinan Mahkamah Agung kemudian menjatuhkan sanksi tidak saja kepada majelis pemeriksa perkara, yaitu MAA, CG dan RAR, dan atasan langsungnya yaitu LJ, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong,'' jelas Abdullah.

Menurut dia, sanksi tersebut dijatuhkan kepada atasannya karena lalai melakukan pembinaan dan pengawasan, serta konsekuensi dari diberlakukannya Peraturan Mahkamah Agung tentang Pengawasan dan Pembinaan.

Karenanya, lanjut Abdullah, berdasarkan Keputusan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Nomor : W11.U/114/KP04.5/4/2019, W11.U/115/KP04.5/4/2019, keempatnya dilakukan pembinaan di Pengadilan Tinggi Bandung.

''Dalam rangka mengisi kekosongan pimpinan Pengadilan Negeri Cibinong, maka pada hari Selasa Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bandung akan melantik Ketua Pengadilan Negeri Cibinong yang baru,'' kata Abdullah.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww