Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
19 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
3
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
10 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
4
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
9 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
10 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial

Siswa SMK Taruna Tewas Saat MOS, Keluarga Temukan Luka Lebam pada Tubuh Korban

Siswa SMK Taruna Tewas Saat MOS, Keluarga Temukan Luka Lebam pada Tubuh Korban
Ilustrasi jenazah. (int)
Minggu, 14 Juli 2019 08:24 WIB
PALEMBANG - Kegiatan masa orientasi siswa (MOS) baru di SMK Taruna Palembang, Sumatera Selatan, merenggut jiwa. Korbannya adalah DBJ (14). DBJ diduga meninggal karena penganiayaan.

Dikutip dari merdeka.com, dugaan itu muncul lantaran ditemukan luka lebam pada tubuh korban, yakni di kaki. Keluarga pun memutuskan melapor ke polisi dan mengajukan autopsi terhadap jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Kabar meninggalnya korban diketahui keluarga setelah pihak sekolah menghubungi melalui telpon, Sabtu (14/7). Pihak sekolah menyebut korban meninggal dunia karena kelelahan mengikuti MOS selama satu pekan, di sekolah yang mengusung semi militer itu.

Paman korban, Aswin (46) mengungkapkan, keluarga sampai saat ini belum mendapat keterangan pasti dari pihak sekolah terkait adanya luka lebam di kakinya.

''Kami cuma diberitahu semalam ikut MOS jalan kaki cukup jauh jam 12, terus berjalan di parit. Habis itu pingsan dan dibawa ke rumah sakit, di situ meninggal,'' ungkap Aswin.

Namun keluarga memiliki firasat lain. Keluarga mendapati luka lebam dan menduga korban tewas bukan karena kelelahan, tetapi penganiayaan.

''Kami sudah lapor ke polisi dan minta keponakan saya diautopsi, kami ingin kasus ini bisa terungkap dengan jelas,'' kata dia.

Kasatreskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Sambil menunggu hasil autopsi dokter forensik, penyidik telah memeriksa delapan orang saksi dari pihak sekolah.

''Untuk sementara kita belum bisa pastikan karena kekerasan, karena dilihat secara kasat mata langsung tidak ada tanda-tanda yang signifikan. Artinya tidak bisa apakah lebam itu bagian dari ini (penyebab kematian) atau memang proses pasca kematian,'' terangnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com dan liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww