Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
12 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
12 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
12 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
4
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
11 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
5
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
11 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
6
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
11 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional

Pengacara TW Cambukkan Ikat Pinggang ke Jidat Hakim PN Jakpus yang Tengah Bacakan Putusan

Pengacara TW Cambukkan Ikat Pinggang ke Jidat Hakim PN Jakpus yang Tengah Bacakan Putusan
Ilustrasi palu hakim. (int)
Kamis, 18 Juli 2019 20:04 WIB
JAKARTA - Pengacara pengusaha Tomy Winata (TW) berinisial D, mencambukkan ikat pinggang ke jidat hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus), dalam persidangan, Kamis (17/7), sekitar pukul 16.00 WIB.

''Setelah kejadian itu, hakim yang bersangkutan langsung dikawal petugas keamanan PN Jakpus ke rumah sakit untuk segera visum,'' kata Pejabat Humas PN Jakpus, Makmur, Jl Bungur, Jakpus, Kamis (18/7/2019), seperti dikutip dari detik.com.

Makmur mengatakan pengacara tersebut menarik ikat pinggangnya dan menyerang hakim yang sedang membacakan putusan. Hakim tersebut mengalami luka di jidat akibat serangan itu.

''Serangan tersebut mengenai ketua majelis hakim HS pada bagian jidat. Juga sempat mengenai hakim anggota inisial DB,'' tuturnya.

Pengacara tersebut kemudian diamankan di Polsek Kemayoran.

Makmur mengatakan atas kejadian tersebut, pihaknya memutuskan membuat laporan adanya penganiayaan ke polisi. Laporan itu setelah adanya koordinasi dari Kepala PN Jakarta Pusat dengan Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali.

''Pihak pimpinan PN Jakpus secara resmi telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,'' tukasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com dan merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww