Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
12 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
13 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
13 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
4
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
12 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
5
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
11 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
6
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
12 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional

TGPF Gagal Ungkap Penyerang Novel, KPK Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Baru

TGPF Gagal Ungkap Penyerang Novel, KPK Minta Jokowi Bentuk Tim Pencari Fakta Baru
Ketua KPK Agus Rahardjo. (beritasatu)
Kamis, 18 Juli 2019 21:01 WIB
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo kecewa dengan hasil kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan. Sebab, tim bentukan Kapolri tersebut tidak berhasil mengungkap pelaku penyerang Novel.

''Harapan kami sebenarnya bahwa dengan adanya TGPF sudah bisa diidentifikasi pelakunya siapa, tapi ternyata kan masih gelap. Hanya satu pelaku datang ke rumah dan hanya dua pelaku berada di masjid, hanya itu,'' ujar Agus di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (18/7/2019), seperti dikutip dari beritasatu.com.

Menurut Agus, awalnya KPK menaruh banyak harapan dengan tim tersebut, namun dengan kegagalan tersebut KPK akan segera melapor dan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk tim pencari fakta yang baru.

''Langkah berikutnya bisa saja nanti pimpinan KPK menyerahkan kepada Presiden untuk membentuk TGPF baru,'' kata Agus.

Agus juga menanggapi hasil investigasi TGPF yang menduga Novel diserang karena memiliki kewenangan berlebih sebagai penyidik KPK.

Menurut Agus, dugaan tersebut tidak tepat, lantaran kewenangan penyidik dikontrol langsung oleh pimpinan KPK.

''Mulai tahap pengaduan menjadi penyelidikan saja itu selalu dari pengaduan ke penyelidikan diekspose di depan pimpinan. Nanti dari penyelidikan ke penyidikan juga digelar (ekspose) pimpinan. Dari penyidikan ke tuntutan juga begitu,'' jelas Agus.

''Jadi setiap tahap itu selalu dikontrol. Jadi penggunaan seperti itu (kata berlebihan) tidak tepat,'' imbuh Agus. ***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam

wwwwww