Loading...    
           

Terkait Wacana ASN Kerja di Rumah dan Single Salary, Begini Penjelasan Menpan RB

Terkait Wacana ASN Kerja di Rumah dan Single Salary, Begini Penjelasan Menpan RB
Menpan RB Syafruddin berswafoto dengan peserta seminar nasional di Jakarta, Sabtu 26 Januari 2019 lalu. (beritasatu.com)
Jum'at, 09 Agustus 2019 22:29 WIB
JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mewacanakan aparatur sipil negara (ASN) bekerja di rumah. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin menilai banyak masyarakat salah memahami wacana tersebut.

''Bukan, maksudnya merumahkan ASN terus bekerja dari rumah dan tidak ada yang masuk kantor. Bukan begitu maksudnya, itu tidak betul,'' ungkap Syafruddin dalam program Connect 360 di Beritasatu TV, Jumat (9/8/2019), seperti dikutip dari beritasatu.com.

''Di era teknologi, di mana pun kita bisa bekerja. Bisa di mobil, apalagi di Jakarta yang macet. Kita buka laptop sambil mengerjakan pekerjaan dan bisa juga online dengan kantor,'' tambah Syafruddin.

Lebih jauh Syafruddin mengatakan ide bekerja dari rumah tersebut muncul karena banyak ASN mempunyai beban kerja tinggi yang tak mungkin diselesaikan di kantor. Pasalnya jam kerja di kantor terbatas.

''Seperti saya, seperti para menteri. Menteri sekarang apalagi Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) itu pekerjaannya satu meter sehari yang harus dikoreksi dan baca. Kalau dikerjakan semua, bisa sampai jam satu malam,'' ungkapnya.

Selain bekerja di rumah, ada usulan single salary untuk pegawai negeri sipil. Single salary atau penggajian tunggal adalah penetapan besaran gaji tidak didasarkan pangkat dan golongan tapi penilaian kinerja.

Menurut Syaffrudin, ASN dan aparat negara lainnya mendapatkan salary bermacam-macam. Ada gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan kinerja. Namun setelah pensiun, hanya gaji pokok yang dihitung.

''Sekarang negara memperhatikan, semua aparat ini supaya nanti di masa tua atau masa pensiun bisa hidup layak dan memadai. Jadi diatur sedemikian rupa pendapatan-pendapatan itu yang dinamakan single salary,'' tambah Syafruddin. ***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Wuih, Ibu Rumah Tangga Cantik Ini Sendirian Gelapkan 62 Mobil dalam 2 Bulan, Begini Modusnya
GoNews Tangki Mobil Mengisi BBM Bocor, SBPU Bukit Ambacang Nagari Gadut Terbakar Tadi Malam
GoNews Pohon Ini Tahan Api, BNPB Silakan Gubernur dan Bupati Ambil Bibit untuk Ditanam di Daerah Rawan Karhutla
GoNews Dijanjikan Dinikahi Jika Hamil, Siswi SMP Dicabuli Remaja Baru Dikenalnya di FB, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
GoNews Kapolda Papua Sebut Penikaman Pekerja di Wamena Ada Hubungannya dengan Kerusuhan 23 September
GoNews Kajian Ustaz Abdul Somad di UII Dihadiri 7.000 Jamaah, Rektor: Luar Biasa, Alhamdulillah
GoNews Berdalih Beri Pelajaran Seks, Ayah Perkosa Putrinya Selama 20 Tahun Hingga Lahirkan 6 Anak yang Juga Dicabulinya
GoNews Ambon dan Seram Disebut Bakal Lenyap Terseret ke Palung Laut Sedalam 7 Kilometer, Begini Penjelasan BNPB
GoNews Ditembak Saat Shalat, 15 Muslim Tewas dalam Masjid
GoNews Digauli Ayah Tiri, Gadis 16 Tahun di Ciputat 2 Kali Hamil dan Melahirkan, Terungkap Saat Melamar Kerja
GoNews Kenal Lewat FB, Remaja Ini Cabuli 4 Gadis, Satu Korban Siswi Kelas II SMP
GoNews Ditikam Orang Tak Dikenal Sepulang Bekerja, Pria Asal Sulsel Tewas di Wamena
GoNews Topan Hagibis Bisa Sebabkan Gelombang 4 Meter di Peraian Indonesia
GoNews Dicopot Sebagai Dandim Kendari Gara-gara Unggahan Istri, Kolonel Hendi: Saya dan Keluarga Ikhlas
GoNews Pelaku Kekerasan Segera Disimpulkan Radikal, Din: Umat Islam Sudah Bosan dengan Pendekatan Seperti Itu
GoNews Ini Komentar Istrinya Terkait Wiranto di Facebook yang Sebabkan Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan
GoNews Nurul Ghufron Batal Jadi Pimpinan KPK Bila UU Hasil Revisi Diberlakukan
GoNews Berkali-kali Tersungkur di Makam Akbar, Ibunda Remaja Korban Demo Ricuh: Allahu Akbar, Anak Saya Disiksa
wwwwww