Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
19 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
6 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
3
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
6 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
4
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
6 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
5 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi

Tak Direstui, Mahasiswa Kirim Video Mesum ke Orangtua Mantan Pacar

Tak Direstui, Mahasiswa Kirim Video Mesum ke Orangtua Mantan Pacar
Kasubdit Cyber Ditreskrimsus Polda DIY AKBP Yulianto (kiri) dan Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto (kanan) memberikan keterangan kasus penyebaran video mesum oleh JA. (grid.id)
Selasa, 20 Agustus 2019 10:06 WIB
JAKARTA - JA (26), seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) di Yogyakarta, ditangkap aparat kepolisian karena diduga menyebarkan video mesum.

Dikutip dari grid.id, video mesum yang disebarkan JA tersebut merupakan video mesum dirinya bersama mantan pacarnya, BCH (24). JA merupakan warga Kudus, Jawa Tengah, sedangkan BCH warga Bengkulu.

Dilansir laman Kompas.com, JA nekat menyebarkan foto dan video mesum dirinya ketika masih berpacaran dengan BCH, lantaran jalinan cinta mereka tak mendapat restu dari orangtua BCH. Padahal, JA dan BCH telah menjalin hubungan asmara sejak tahun 2017 lalu.

JA yang kesal dan sakit hati kemudian menyebarkan video mesum yang direkam ketika masih berpacaran dengan BCH, kepada teman-temannya melalui media sosial.

Bahkan JA juga mengirimkan video mesum itu kepada orangtua BCH.

''Disebarkan lewat WhatsApp (WA) dan Line. Konten itu juga dikirimkan ke keluarga korban,'' ungkap Kasubid V Siber Ditreskrimus Polda DIY AKBP Yulianto BW, dikutip dari laman Kompas.com.

Orangtua BCH yang tak terima dengan perbuatan JA, melaporkan mahasiswa tersebut ke pihak berwajib.

Pihak Polda DIY mendapat laporan dari keluarga korban pada 9 Juli 2019 lalu. Sedangkan JA menyebarkan video dan foto mesum pada awal Juli 2019.

Polisi berhasil mengamankan JA pada 15 Juli 2019 di wilayah sekitar Universitas Gajah Mada (UGM) dan langsung dinyatakan P21 oleh Kejaksaan.

Dari penangkapan JA, polisi juga menyita beberapa barang bukti. Melansir laman TribunJogja.com, polisi menyita satu unit ponsel merek Xiaomi 8 warna biru dan SIM Card, satu box ponsel Samsung J7 Pro dan SIM Card, satu sarung warna ungu motif batik.

Satu bantal leher warna putih, satu jam tangan warna hitam, satu matras warna hitam, satu sprei motif bunga kombinasi warna merah muda biru kuning, dan satu dus minyak oles (obat kuat), berisi enam bungkus.

Atas tindakannya menyebarkan konten pornografi, JA dikenai pasal berlapis.

Dilansir dari laman TribunJogja.com, pasal pertama yaitu Pasal 45 Ayat (1) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun, dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Kedua Pasal 29 UU RI 44/2008 tentang Pornografi, karena JA menyebarkan foto dan vulgar dirinya bersama BCH.

''Ancaman pidana penjara paling singkat 6 bulan paling lama 12 tahun, denda paling sedikit Rp250 juta, dan paling banyak Rp 6 miliar,'' kata Yulianto. ***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:Ragam

wwwwww