Loading...    
           

Gunakan Alquran Sumpah Para Ketua DPD Golkar se-Jabar Dukung Airlangga, Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Polda

Gunakan Alquran Sumpah Para Ketua DPD Golkar se-Jabar Dukung Airlangga, Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Polda
Dedi Mulyadi. (lp6c)
Rabu, 04 September 2019 20:06 WIB
BANDUNG - Forum Perkumpulan dan Komunikasi Ormas Islam (FPKOI) Jawa Barat (Jabar) Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi ke Polda Jabar dengan tuduhan melakukan penodaan agama.

Dikutip dari republika.co.id, tuduhan itu terkait dengan langkah Dedi Mulyadi menggunakan Alquran mengambil sumpah para ketua DPD Golkar kabupaten/kota se-Jabar untuk mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Ketua FPKOI Jawa Barat Hardi Prabowo menganggap Ketua Golkar Jabar itu telah menodai agama, karena menjadikan Alquran sebagai alat jaminan sumpah untuk kepentingan sesaat.

‘'Kok dijadikan alat jaminan sumpah dukung-mendukung,’’ ujar Hardi di Bandung, Rabu (4/9).

Dia juga mengecam adanya ucapan laknat dalam pengambilan sumpah itu, karena laknat bukan kewenangan manusia. Sejatinya, imbuh dia, laknat itu urusan Allah SWT.

Pihaknya menyayangkan bahasa sakral dalam agama dijadikan poin sanksi untuk kepentingan politik.

''Selain menuntut Dedi Mulyadi dan Airlangga Hartarto untuk meminta maaf, kami juga menuntut penegakan hukum terhadap semua yang terlibat dalam pengambilan sumpah itu,’' katanya.

Agus Soiman dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama menambahkan, pihaknya menuntut tiga hal dalam pelaporannya ke Polda Jabar. Pertama, meminta Airlangga Hartarto dan Dedi Mulyadi meminta maaf secara terbuka kepada seluruh umat Islam.

Kedua, kata dia, mereka meminta penarikan kata laknat yang diucapkan Dedi saat pengambilan sumpah tersebut. Ketiga, pihaknya meminta Polda Jabar menindaklanjuti kasus pelecehan agama ini secara hukum.

'’Jangan biarkan kesalahan besar dalam praktik beragama seperti ini menjadi pemakluman di kemudian hari. Politisasi agama seperti ini tak boleh terulang,’' katanya.

Menurut Agus, pihaknya juga membuat kutipan surat pernyataan. Isinya, pihaknya tidak akan pernah peduli terhadap apa yang menjadi dinamika politik di internal partai manapun. Namun, manakala Islam dilecehkan dan dipolitisasi, atas nama  apapun, maka pihaknya akan melawan. 

'’Jangan biarkan agama jadi alat pembenar dalam politik yang akhirnya berpotensi menjadi benih-benih perpecahan bagi umat Islam,’' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Remaja Bunuh dan Bakar Pacar karena Cemburu, Berhubungan Intim Sebelum Dicekik
GoNews Kirim Foto Bugil karena Tergiur Gaji Rp5 Juta, 3 Wanita di Jatim Jadi Korban Pemerasan Siswa SMA
GoNews Semua Sekolah di Penang Diliburkan Akibat Asap Kiriman Sumatera
GoNews Terkait Revisi UU KPK, Laode Sebut Menkumham Berbohong Telah Diskusi dengan Dirinya dan Agus Rahardjo
GoNews Pingsan Usai Disuntikkan Vitamin C, Wanita Muda Digauli Pria Baru Dikenalnya di Rumah Kakak Pelaku
GoNews Direktur KPK: Embahnya Korupsi Itu Parpol di DPR karena Miliki 2 Kewenangan
GoNews Pengamat Militer Sebut Indonesia Berpotensi Jadi Negara Polisi, Begini Penjelasannya
GoNews Kivlan Zen Dirawat di RSPAD, Menhan Minta Dibebaskan Dulu
GoNews PT Pelni Buka Lowongan Kerja, Ini 10 Posisi yang Ditawarkan dan Tata Cara Pendaftarannya
GoNews Setelah Diprotes, Kemendag Akan Tambahkan Pasal Wajib Halal Daging Impor dalam Permendag 29/2019
GoNews Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
GoNews Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
GoNews 8 Tewas Akibat Bus Tabrak Truk Tangki di Lintas Sumatera, Ini Identitas Korban
GoNews Polisi Tertelungkup di Atas Kap Mobil dan Terseret 200 Meter, Ini Penjelasan Polda Metro
GoNews Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia
GoNews Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal dalam Status Terpidana Korupsi
GoNews Tak Punya Ongkos Pulang ke Rumah, Siswa MTs Numpang Truk Tanah, Tergelincir Saat Naik dan Tergilas Ban
GoNews Kenal Lewat Medsos, Ketemu dan Main Ludo di Kamar Hotel, Wanita 24 Tahun Digilir dan Dirampok, 2 Pelaku Ditembak Polisi
wwwwww