Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
11 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
2
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
Riau
24 jam yang lalu
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
3
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
9 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
4
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
Peristiwa
8 jam yang lalu
Usai Disetubuhi, Tabrani Bunuh dan Bakar Istrinya, Hasanah, Ini Penyebabnya
5
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
Nasional
9 jam yang lalu
Jaksa Pinangki Diduga Terima Suap dari Djoko Tjandra Rp7 Miliar
6
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
12 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka

Prajurit TNI Praka Zulkifli Tewas Dibacok Massa Pendemo Saat Makan di Warung

Prajurit TNI Praka Zulkifli Tewas Dibacok Massa Pendemo Saat Makan di Warung
Ilustrasi prajurit TNI. (liputan6.com)
Selasa, 24 September 2019 11:58 WIB
JAYAPURA - Kerusuhan di Waena, Jayapura, Papua, Senin (23/9/2019), merenggut sejumlah korban jiwa. Salah satu korban tewas adalah Prajurit TNI Praka Zulkifli.

Dikutip dari liputan6.com, usai demonstrasi di auditorium Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, massa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) meminta diantar ke Expo Waena.

Expo Waena yang letaknya sekitar 6 kilometer dari auditorium Uncen, merupakan pusat tongkrongan anak muda di Jayapura.

Polisi pun menyanggupinya. Mereka diantar menggunakan truk Brimob dengan kawalan polisi lalu lintas dan anggota Brigadir Mobile.

''Dalam perjalanan, tidak ada masalah. Semua kondusif. Namun, di tengah jalan, saat melewati pasar tempat mama-mama jual pinang, beberapa dari mereka minta diturunkan,'' ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes AM Kamal kepada Liputan6.com, Selasa (24/9/2019).

Di sana, anak-anak muda itu melihat empat prajurit TNI yang sedang makan di warung, termasuk Praka Zulkifli. Empat prajurit ini, kata dia, merupakan anggota TNI yang diperbantukan ke Polda Papua. Sehari-hari, mereka bertugas sebagai sopir truk Brimob.

Tanpa diketahui polisi dan prajurit TNI yang lain, mereka langsung menjadi sasaran keberingasan massa. 

''Saya ulangi ya, mereka itu driver truk yang digunakan Brimob. Sedang makan, langsung digebukin. Sampai akhirnya 1 prajurit meninggal. Tiga lainnya melarikan diri karena massa banyak dan membawa golok, batu serta senjata tajam. Rekan-rekan Brimob yang ada di Expo tidak mengetahui peristiwa tersebut,'' tutur Kamal soal aksi anarkistis di Waena, Papua.

Luka Bacok di Kepala

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengatakan Praka Zulkifli yang berasal dari Tidore ini, mengalami luka bacok di kepala bagian belakang dengan segera dievakuasi menuju RS Bhayangkara Papua untuk mendapat perawatan.

''Namun karena pendarahan yang hebat, meski mengalami perawatan secara intensif, sekitar pukul 12.30 WIT, Praka Zulkifli dinyatakan meninggal dunia. Sungguh disayangkan, almarhum yang berhasil menyelamatkan sandera pada peristiwa Banti, justru mengalami hal seperti ini,'' ujar Kapendam.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww