Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
Nasional
21 jam yang lalu
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
2
KAMI Bakal Gelar Deklarasi di Riau 16 Oktober 2020
Politik
10 jam yang lalu
KAMI Bakal Gelar Deklarasi di Riau 16 Oktober 2020
3
Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik
Politik
13 jam yang lalu
Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik
4
Gedung DPR RI Resmi Diasuransikan
DPR RI
16 jam yang lalu
Gedung DPR RI Resmi Diasuransikan
5
Moeldoko Minta Gatot Setop Tebar Narasi Kebangkitan PKI
Peristiwa
13 jam yang lalu
Moeldoko Minta Gatot Setop Tebar Narasi Kebangkitan PKI
6
Sunat Masa Hukuman Anas Urbaningrum 6 Tahun, Ini 9 Alasan MA
Nasional
21 jam yang lalu
Sunat Masa Hukuman Anas Urbaningrum 6 Tahun, Ini 9 Alasan MA

Mahasiswi Telkom Dicabuli Senior di Tempat Kos Sepulang Nonton dari Bioskop

Mahasiswi Telkom Dicabuli Senior di Tempat Kos Sepulang Nonton dari Bioskop
Ilustrasi korban pencabulan. (dok)
Selasa, 31 Desember 2019 19:39 WIB
BANDUNG - G (19), mahasiswi Telkom University, Bandung, dicabuli seniornya, F (21) pada November 2018 lalu. Selain dicabuli, korban juga disekap pelaku selama sepekan.

Dikutip dari detik.com, pendamping mahasiswi Telkom dari United Voice Bahrul Bangsawan mengatakan, awalnya hubungan antara keduanya hanya sebatas senior dan yunior.

''Setelah itu pelaku mulai melakukan interaksi yang intens melalui media sosial. Korban merasa perlakuan pelaku pada saat pertama kali ketemu sangat baik, gentleman dan alim,'' katanya dalam rilis yang diterima detikcom.

Aksi pelecehan pelaku terhadap korban dilakukan di kosan pelaku, sepulang dari bioskop, hingga mahasiswi Telkom itu harus tinggal satu kosan dengan pelaku selama satu pekan. Selama itu juga G diduga mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dari pelaku.

Setelah kejadian, Bahrul menuturkan, mahasiswi Telkom tersebut mengalami kondisi dinamakan rape trauma syndrome yang ditandai dengan rasa takut, syok dan benci terhadap diri sendiri. Bahkan, korban sempat hendak melakukan percobaan bunuh diri apabila mengingat peristiwa yang dialaminya. Korban juga semakin menutup diri dari lingkungan di sekitarnya.

''Saat korban melakukan percobaan bunuh diri, korban dibawa ke Rumah Sakit dan pelaku ada di sana,'' jelas dia.

Hingga kejadian ini tembus ke pihak himpunan, kasus ini belum terselesaikan dan akhirnya viral di media sosial.

Sementara itu, pihak Tel-U melalui Humas Tel-U Daris mengatakan, pihaknya kini sedang menelusuri kejadian tersebut.

''Terima kasih atas atensi rekan-rekan. Saat ini kami sedang selidiki pemberitaan yang sedang beredar terkait kronologis dan kebenaran kejadiannya seperti apa. Dari pemberitaan yang beredar ini melibatkan banyak pihak yang harus kita hubungi dan selidiki lebih mendalam. Insya allah Kami akan segera sampaikan ke rekan-rekan media jika sudah memahami dengan jelas duduk perkaranya,'' katanya via pesan singkat.

Presiden Mahasiswa BEM KEMA Tel-U Yusuf Sugiyarto meminta kampus untuk segera mengusut kasus dugaan pencabulan itu. Pasalnya, hal tersebut sudah mencoreng nama baik kampus.

''Sikap BEM KEMA Tel-U akan tegas dan lugas, mendorong kampus segera nyikapi kasus ini,'' ujar Yusuf.

Ia menuturkan langkah yang sudah dilakukan BEM KEMA Tel-U membuka diskusi untuk melakukan investigasi menelusuri kasus ini dugaan pencabulan mahasiswi Telkom.

"Progres dari BEM KEMA Tel-U sudah melakukan pengkajian kasus, kami membuka diskusi untuk menentukan langkah dari internal BEM KEMA Tel-U dengan kasus ini. Sikap BEM pastinya mendorong kampus supaya tegas mengatasi kasus ini, di sini BEM sedang menganalisis bagaimana kondisi real kejadian ini," bebernya.

"Di sini kita masih dalam tahap pencarian informasi dari sisi korban, terduga pelaku dan pihak kampus," tambah Yusuf.

Kejadia an yang menimpa mahasiswi Telkom tersebut sudah sampai kepada pihak kepolisian. Unit PPA Satreskrim Polresta Bandung sudah menerima laporan terkait kasus dugaan pencabulan tersebut.

"Sudah ada laporan. Sudah ada," kata Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Agta via sambungan telepon.

Agta menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan di lapangan berkaitan dugaan mahasiswi Telkom dicabuli.

"Kita baru kroscek, sementara sudah ditangani. Ditangani kita, oleh PPA," jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww