Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
24 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
20 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
24 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
7 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
20 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Komisi IX Minta Pemerintah KUR Assessable dan BI Rate Diturunkan

Kamis, 18 Februari 2016 16:18 WIB
Penulis: Syafri Ario
komisi-ix-minta-pemerintah-kur-assessable-dan-bi-rate-diturunkanDede Yusuf
JAKARTA- Ketua Komisi IX DPR Yusuf Macan Effendi alias Dede Yusuf mengapresiasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun ia meminta Kementerian Ketenagakerjaan untuk mempermudah akses untuk mendapatkan dana KUR tersebut.

Hal itu disampaikannya usai Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi IX dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

"Bagaimana KUR ini assessable, jangan para pekerja dan ibu-ibu yang jual kue saja susahnya minta ampun untuk mendapatkan KUR, akhirnya lari ke rentenir lagi, yang bunganya besar, karena akses ke rentenir ini mudah, nah kenapa KUR tidak bisa begini," ungkapnya, kepada legislatif.co, Kamis (18/2/2016).

Selain itu, ia juga meminta pemerintah untuk menurunkan BI Rate. "Bunga di Indonesia tertinggi se Asia, 13 persen sampai 19 persen dengan bunga dasarnya 7.25 persen, bisa gak BI Rate diturunkan, jadi kalau BI Rate bisa diturunkan 4 persen bunga dasarnya, bank bisa menjual 9 persen saja dan pengusaha tidak akan menjerit," jelasnya.

Menurutnya, untuk menerapkan aturan tersebut, harus ada kebijakan lintas lembaga. "Aturan Kemenakertrans sudah bagus idenya, tapi bikin donk aturannya untuk mempermudah akses KUR dan BI ratenya diturunkan," paparnya ***

wwwwww