Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Wali Kota Banda Aceh dengan Tegas Menolak LGBT

Kamis, 18 Februari 2016 19:36 WIB
wali-kota-banda-aceh-dengan-tegas-menolak-lgbtWali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal
BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, SE dengan tegas menolak keberadaan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kota Madani tersebut. Sebagaimana diketahui, akhir-akhir isu LGBT sangat santer dibicarakan seantero tanah air.

"Saya menolak keras keberadaan mereka (LGBT-red), khususnya di Banda Aceh. Kami sangat mendukung sikap MUI Pusat yang menyatakan komunitas ini bertentangan dengan konstitusi dan agama," tegas Illiza saat membuka Musyawarah Rencana Aksi Perempuan (Musrena) di Aula Kantor Camat Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (18/2/2016).

Pernyataan itu diucapkan di hadapan ratusan peserta perwakilan dari Kecamatan Syiah Kuala, Kuta Alam, dan Ulee Kareng.

Sambung Illiza, LGBT sudah difatwakan haram oleh MUI Pusat, dan ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas. Jadi, pada dasarnya kita tidak membenci orang-orangnya, tapi prilaku mereka. Harus diupayakan agar mereka kembali ke jalan yang benar.

Terkait dengan Musrena, Illiza menyebutkan partisipasi kaum perempuan dalam pembangunan itu penting, terutama dalam tahap perencanaan kota. Dengan melibatkan perempuan, kota semakin maju. Aspirasi melalui Musrena dibawa ke Musrenbang nantinya, akan berbeda aspirasi laki-laki. Perempuan itu lebih sensitif, telaten, sabar, dan adil.

Sehingga saat ini, program pembangunan Pemko Banda Aceh termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia. “Semenjak dilibatkankanya suara perempuan di dalam perencanaan kota, banyak kemajuan kota. Hari ini, partisipasi perempuannya juga semakin meningkat,” kata Illiza.

Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah menilai pelaksanaan Musrena Regional I ini sebagai ritme baru pembangunan kota, dan menjadi tahapan penting untuk merumuskan rencana pembangunan di tahun mendatang.

“Kami berharap, Musrena ini dapat memberi masukan yang konstruktif dalam perencanaan pembangunan kota ke depan. Selain usulan program di bidang infrastruktur, saya menyarankan untuk fokus pada pembangunan SDM perempuan Banda Aceh,” demikian Arif Fadillah. [mk]

Editor:m usandi
Kategori:Voli, Badminton
wwwwww