Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
19 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton
Wonderful Indonesia 2016

Citilink Bikin Paket GMT, Palangkaraya Siapkan Kafe Apung

Citilink Bikin Paket GMT, Palangkaraya Siapkan Kafe Apung
Ilustrasi Kafe terapung. (net)
Minggu, 28 Februari 2016 18:51 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
PALANGKARAYA- Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada tanggal 9 Maret di Indonesia, kehebohnya sudah sampai ke Jakarta. Buktinya, dalam ajang Indonesia Travel Fair (ITF) 2016 yang berlangsung di JCC 26-28 Februari 2016 destinasi GMT menjadi incaran para pengunjung.

Salah satunya yang paling di incar adalah paket Holiday Garuda Indonesia. Maskapai terbesar di Indonesia tersebut, bekerja sama dengan beberapa tour untuk memasarkan beberapa paket yang cukup menggiurkan.

Pasalnya para Wisatawan akan dibawa menggunakan pesawat Citilink dari Jakarta ke Bengkulu, pulang pergi. Belum lagi ditambah Citilink yang mengeluarkan promoshuttle bus dan Citilink car untuk paket tersebut.?

?Bukan hanya itu, dari perjalanan tiga hari dua malam, para wisatawan juga diberikan waktu bebas di sebagian hari pertama, setelah dibawa dalam welcoming session ke Jembatan Batu Rusa, Banau Biru, Puri Tri Agung, Bukit Mahayana, dan Pantai Matras.

Kemudian paada hari keduanya, wisawatawan akan dibawa menuju Pantai Penyak, tempat di mana anda akan melihat GMT. Tak perlu takut penuh dan membeludak, walaupun beberapa tour kehabisan hotel, dan menggunakan camping ground. 

Sekedar informasi, untuk lokasi Pantai Penyak, nantinya hanya diperuntukan untuk pengguna paket tersebut, alias dipesan seluruhnya. Dijamin cukup nyaman untuk melihat GMT yang tiba pada pukul 06.20 di lokasi tersebut.

Sementara itu, cara menarik juga disiapkan oleh Palangkaraya dalam menyambut GMT. Walikota Palangkaraya HM Riban Satia memastikan bahwa Kafe Terapung yang direnovasi oleh Pemkot Palangkaraya akan rampung pada saat GMT terjadi di daerahnya.” Kafe ini kami perbaiki setelah kandas, berbentuk Perahu. Kami perbaiki karena memang disiapkan untuk para wisatawan menyaksikan GMT dengan nyaman, karena kami buat strukturnya lebih kokoh sekarang,”ujar Riban.

Kafe itu terletak di Sungai Kahayan, kawasan Flamboyan Bawah, Palangkaraya. Selain itu pemerintah kota juga juga menyiapkan transportasi susur sungai bagi para wisatawan yang hendak menikmati keindahan alam serta sungai di Kota Cantik.“Alhamdulillah water boat dan kapal wisata sudah siap. Regulasi untuk penggunaannya pun sudah kita siapkan, sehingga pada tanggal 7-9 Maret mendatang agenda rampung semua disusun untuk menyambut tamu,” tukasnya.

Riban juga mengaku, untuk sementara sesuai laporan dari sebagian besar pemandu wisata (guide) bahwa tamu yang akan datang ke Palangka Raya untuk menyaksikan GMT merupakan Duta Besar dari 14 negara. Tapi kedatangan mereka secara mandiri yakni tidak ditanggung pemerintah.

“Namun karena status mereka duta besar dan merupakan tamu negara, jadi kami rencananya menyiapkan bus milik pemda yang muatannya sekitar 20 orang untuk digunakan mereka nanti selama di sini. Kami ingin memberikan fasilitas dan pilihan kepada masyarakat luar yang akan datang baik itu dalam rangka kunjungan GMT maupun kunjungan lain,” tutupnya. (*/dnl)

wwwwww