Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
24 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Ruangan Kurang, Murid SD di Desa Ini Belajar di Bekas Gudang Berukuran 4x8 Hingga ke Parkiran Sekolah

Ruangan Kurang, Murid SD di Desa Ini Belajar di Bekas Gudang Berukuran 4x8 Hingga ke Parkiran Sekolah
Ilustrasi
Sabtu, 05 Maret 2016 22:01 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Meski jumlah siswa tak sebanding dengan ruang kelas yang ada, namun kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 006 Pompa Air, Desa Kuala Semundam, Kecamatan Bandar Petalangan, Pelalawan, Riau, tetap normal. Hampir tiga tahun kondisi itu berlangsung.

Kepala Sekolah SDN 006, Nurbit, mengeluhkan kurangnya ruangan untuk KBM. Dirinya berharap Pemkab Pelalawan melalui Dinas Pendidikan segera mengatasi persoalan ini.

"Ruang pustaka kita dialih fungsikan untuk KBM. Ruang kelas yang ada dengan jumlah siswa 300 orang tak mampu lagi menampung," ujarnya, Sabtu (5/3/2016).

Nurbit menuturkan, ruangan yang semula gudang sekolah, juga telah dialih fungsikan menjadi tempat KBM. Kondisi yang ada memaksa pihak sekolah untuk melakukannya.

"Bahkan, lokasi parkir sekolah pun pernah kita jadikan tempat untuk KBM, juga bekas gudang yang hanya berukuran 4x8 meter persegi," sebutnya.

Nurbit berharap, ada solusi untuk mengatasi kekurangan lokal, yang semestinya direncanakan dan dibangun secara berkala dan prioritas.

"Hingga sekarang ruang guru dan Kepsek juga belum ada. Permohonan penambahan bangunan baru sudah berulang kali kita ajukan, namun belum ada kepastian," tandasnya. ***

Kategori:Umum, Badminton
wwwwww