Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
14 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
10 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
18 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Singkong Diimpor dari Thailand dan Italia, Moekhlas Sidik: Sungguh Terlalu

Singkong Diimpor dari Thailand dan Italia, Moekhlas Sidik: Sungguh Terlalu
Ilustrasi Petani singkong. (istimewa)
Selasa, 26 April 2016 06:57 WIB
JAKARTA- Ketua Harian DPP Partai Gerindra Moekhlas Sidik mengkritik keras terhadap kebijakan pemerintah yang masih mengimpor singkong dari luar negeri.

Menurutnya, kebijakan impor singkong yang dilakukan adalah bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam menguatkan ketahanan pangan nasional. Dimana Pemerintah Indonesia tidak berdaya, hingga saat ini masih mengimpor singkong. "Apalagi jumlah Impor singkong pada Maret lalu mencapai 987,5 ton, ini sunggu terlalu, memalukan," tutur Moekhlas Sidik kepada Legislatif.co (GoNews Group) melalui pesan releasenya, Selasa (27/04/2016) di Jakarta.

Padahal kata dia, Presiden Jokowi sebelumnya sudah pernah berjanji akan melakukan swasembada pangan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional. Namun pada kenyataanya belumlah sesuai janji dan harapan Presiden. "Lah iya to, mana janjinya, lawong singkong saja masih impor. Gimana kita tidak malu, negara kita ini tanahnya subur dan luas tapi harus impor singkong," tukasnya.

Jika saja Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan para petani, kata Mokhlas, maka impor singkong tidak akan terjadi, apalagi sampai kenegara tetangga Thailand.

"Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengampanyekan untuk menghemat anggaran, bahkan Presiden pernah bilang makan rapat di kantor pemerintahan mengganti menunya dengan singkong, mana dong buktinya," jelas Moekhlas.

Karena itu, Moekhlas berharap agar pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla bisa lebih serius dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Sehingga, ke depannya dapat menstimulasi hasil pertanian nasional untuk diekspor ke luar negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pemerintah melakukan impor singkong pada Maret 2016 mencapai 987,5 ton. Singkong tersebut secara keseluruhan berasal dari Vietnam. Sementara pada Februari 2016, singkong impor juga masuk sebesar 240,5 ton yang berasal dari Italia. Bila diakumulasi, dalam tiga bulan pertama tahun 2016, impor singkong Indonesia mencapai 1.228 ton. (rls)  

Editor:Daniel Caramoy
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Ekonomi
wwwwww