Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
17 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
12 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Ditangkap Pihak Keamanan Malaysia, Kegiatan Patroli Oknum Polair Riau Ternyata Diketahui Atasannya

Ditangkap Pihak Keamanan Malaysia, Kegiatan Patroli Oknum Polair Riau Ternyata Diketahui Atasannya
Satu anggota Polair dan tiga warga sipil yang diamankan APMM
Senin, 02 Mei 2016 15:18 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Senin (2/5/2016), masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Malaysia, terkait diamankannya seorang oknum Polair berpangkat Brigadir berinisial Rk, bersama tiga warga sipil lantaran dituduh memeras para nelayan Malaysia diperbatasan laut Bengkalis dan negeri Jiran tersebut.

Koordinasi ini berupa pemeriksaan kepada Brigadir Rk dan tiga warga sipil tersebut, di daerah Batu Pahat, Malaysia. "Kita tidak tinggal diam, koordinasi jalan terus dengan pihak kepolisian di sana. Secepatnya setelah semua urusan selesai, yang bersangkutan (Brigadir Rk, red) akan kita bawa pulang dan kita mintai keterangan," tegas Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto.

Supriyanto yang ditemui GoRiau.com, Senin (2/5/2016) siang tadi melanjutkan, jajarannya juga menyelidiki kapal sipil yang saat itu digunakan Brigadir Rk, yang disebut-sebut sengaja dipakai untuk penyamaran dalam membongkar aksi ilegal fishing di perairan Bengkalis. "Ya, masih kita dalami soal kapal itu, kenapa menggunakan kapal sipil," ulas Brigjen Supriyanto.

Sedangkan terkait pelayaran sang oknum dengan kapal sipil, Kapolda Riau memastikan bahwasanya kegiatan tersebut sudah diketahui oleh atasannya. "Ya saat itu memang patroli, keberangkatan mereka saat tugas diketahui oleh atasannya. Kalau saat ditangkap memang tidak diketahui (atasan, red)," beber Supriyanto.

Ia berjanji bakal mengusut tuntas kasus ini, apakah benar ada unsur dugaan pemerasan terhadap nelayan Malaysia, seperti yang dituduhkan sejak awal.  "Pasti, itu nanti biar bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) yang mendalaminya. Kita tunggu dia (Rk) tiba di sini, baru bisa dimintai keterangannya," singkat Kapolda Riau.

Saat diamankan waktu itu, Brigadir Rk tidak memiliki akta keimigrasian, memiliki senjata api laras panjang serta mengantongi beberapa pecahan uang Ringgit Malaysia. Atas dasar ini, pihak APMM kemudian membawanya bersama tiga warga sipil ke daerah Batu Pahat, Malaysia untuk menjalani intrograsi. ***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww