Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Peringati Setahun Rohingya di Langsa, Ada Gelar Pameran Foto dan Pemutaran Video

‎Peringati Setahun Rohingya di Langsa, Ada Gelar Pameran Foto dan Pemutaran Video
Senin, 16 Mei 2016 18:32 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Dalam rangka memperingati setahun kedatangan pengungsi etnis Rohingya dari Negara Myanmar di Kota Langsa. Yayasan Geutanyoe menggelar pameran foto dan pemutaran video tentang aktivitas mereka selama di pengungsian.

Kordinator Yayasan Geutanyoe Faisal Azani, mengatakan Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di Kantor P2TP2A Kota Langsa.Dimana dalam pemaran foto dan pemutaran video ini, masyarakat bisa melihat ekspresi pengungsi Rohingnya selama di Langsa.

"Dalam kesempatan pameran ini, pengungsi berkesempatan untuk mengirim surat kepada lembaga- lembaga PBB dan Presiden Indonesia terkait batas waktu yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada pengungsi Rohingya selama satu tahun tinggal di Aceh,maka tanggal 15 Mei kemarin merupakan batas waktu terakhir" Kata Faizal Azani kepada Goaceh, Senin (16/5/2016).

Menurutnya, momen itu langsung diambil para pengungsi. Dimana mereka membuat surat permintaan waktu lebih lama menetap di aceh sebelum mendapatkan negara ketiga. Karena mereka beranggap tinggal di Aceh lebih baik di bandingkan beberapa negara lain.

"Begitupun dukungan dan perhatian Pemerintah Kota Langsa terhadap penanganan pengungsi Rohingya semejak hari pertama sampai saat ini cukup baik, sehingga para LSM dan donatur bisa bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing" Sebutnya.

Editor:Raziq Hanan Fernandes
Kategori:PON, Olympic, Badminton
wwwwww