Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Agar Tak Ganggu Pesantren Ramadhan, Warnet Dilarang Terima Anak Sekolah di Kota Padang

Agar Tak Ganggu Pesantren Ramadhan, Warnet Dilarang Terima Anak Sekolah di Kota Padang
Camat Padang Selatan, Fuji Astomi. (Humas Padang)
Minggu, 05 Juni 2016 08:32 WIB

PADANG – Agar pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan berjalan dengan baik. Serta pelajar dapat fokus mengikuti pesantren ramadhan, Camat Padang Selatan, Fuji Astomi mengeluarkan edaran bagi masyarakat di daerahnya.

“Kita menerbitkan edaran dan kita harapkan dapat diterima oleh masyarakat,” kata Fuji Astomi, Sabtu (4/6/2016).

Dalam edaran itu, Camat Padang Selatan mengimbau kepada pemilik warung internet (Warnet) agar mendukung pelaksanaan pesantren ramadhan. Pemilik warnet diimbau untuk tidak menerima anak sekolah dalam jam pesantren ramadhan.

“Kita imbau kepada pemilik untuk tidak menerima anak sekolah,” ujar Fuji.

Tidak hanya itu. Dalam edaran tersebut, Camat Padang Selatan mengimbau kepada pemilik rumah makan, restoran, kedai dan warung untuk tidak membuka usahanya dan melayani umat muslim yang sedang berpuasa. Pedagang tersebut dilarang beroperasi dari pagi hingga sore.

“Kalau menjual ‘pabukoan’ tidak apa-apa,” jelas Fuji.

Seluruh pengurus masjid dan mushalla, termasuk orangtua diharapkan mengawasi anak-anak agar tidak mengganggu aktifitas ibadah puasa dan shalat tarawih dengan membuat gaduh. Seperti membunyikan petasan, mercon dan lainnya.

Fuji juga mengimbau kepada masyarakat yang membuka ‘galeh’, menjual ‘pabukoan’, supaya tidak menggunakan fasilitas umum. Memakai bahu jalan untuk berjualan sehingga dapat mengganggu aktifitas lalu lintas masyarakat.

“Pasar Pabukoan agar diperhatikan, tidak ada yang menggunakan badan jalan. Kita harapkan ini segera menjadi pantauan kita bersama. Tujuan kita agar ibadah yang dilakukan lebih baik dan kita menjadi insane yang bertakwa,” tutur Fuji didampingi Sekcam, Molina Roza. (Charlie)

Editor:Calva
Kategori:Umum, Badminton
wwwwww