Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton
Gempita Batu Akik Meredup

Geliat Lumut Suliki Bertahan Hingga Sekarang

Geliat Lumut Suliki Bertahan Hingga Sekarang
Lumut Payakumbuh (moss agate suliki) yang jadi Juara 1. (bdn)
Selasa, 14 Juni 2016 08:59 WIB
Penulis: Bayu De Nura
PAYAKUMBUH - Saat gempita batu akik meredup sejak di awal tahun 2016 ini, tapi geliatnya masih terasa dan boleh dikatakan bertahan hingga sekarang di Kota Payakumbuh.

Buktinya, ketika GoSumbar bertemu dengan komunitas kolektor batu akik di Kafe Tanarawa Sukarno Hatta Payakumbuh (12/6). Mereka yang setia melestarikan dan mengenalkan kepada dunia luar akan batu lumut terutama lumut Suliki (moss agate of suliki) tersebut.
 
Mereka yang tetap beraktifitas terhadap Lumut Suliki itu terdiri dari Bobby Abinoa, Betta Kharisma, Angga, Windra Gemslovers, Amransyah Fathurahman, Anggi Afian, Pak Agus serta beberapa yang lainnya.
 
Salah satu prestasi yang telah diraih adalah batu lumut milik Betta Karisma yang dibawa tim yang diketuai oleh Amransyah Fathurahman menjadi juara 1 dalam Kejurnas Session 2 Indonesian Gemstone (IGS) yang diadakan 24-29 Mei di Mall Season City Jakarta. Kategori yang dimenangkan adalah Moss Agate (Lumut) dengan nama batunya Green Moss Agate Suliki.
 
“Kami komit untuk tetap menjadikan batu Lumut Suliki sebagai primadona dalam dunia batu akik di Payakumbuh, kapan lagi kita mencintai sumber daya alam dari kampung kita sendiri,  “ujar Betta (26 th), salah seorang kolektor yang berhasil bertransaksi dengan pembeli dari Bahrain senilai 35 juta beberapa waktu yang lalu.
 
Transaksi online menjadi salah satu cara kami mengenalkan lumut Suliki kepada dunia luar, kami pernah bertransaksi dengan pembeli dari Malaysia, Singapura bahkan dengan orang Panama, tambah Bobby.
 
Di saat yang sama Amransyah Fathurahman juga mengharapkan peran pemerintah baik kabupaten maupun kota untuk ikut kiranya membuat program atau kebijakan menyangkut keberadaan batu akik lumut ini. Dengan begitu Batu Lumut Suliki bisa menjadi salah satu ikon Luak Nan Bungsu kedepannya, harapnya.
 
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Yanuar Gazali, SE anggota DPRD Kota Payakumbuh yang juga penggemar dan pencinta batu akik lumut, dengan sangat antusias dia sangat mendukung apabila nantinya batu Lumut Suliki menjadi ikon Luak Nan Bungsu. Saya sangat bangga membawa batu Lumut Suliki sebagai cindera mata apabila ada kunjungan kerja ke daerah lain, ujarnya.***

Editor:M. Siebert
Kategori:Badminton, PON
wwwwww