Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  PON

GM Pelindo 1 Cabang Dumai Minta Maaf Atas Insiden Penghalangan Anggota Komisi III DPRD

GM Pelindo 1 Cabang Dumai Minta Maaf Atas Insiden Penghalangan Anggota Komisi III DPRD
Suasana hearing Komisi III DPRD Kota Dumai dengan PT Pelindo 1 Cabang Dumai dan KSOP Dumai di Ruangan Melati Kantor DPRD Kota Dumai, Riau.
Selasa, 14 Juni 2016 05:45 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Hearing dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 Cabang Dumai dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Kota Dumai, dengan Komisi III DPRD Kota Dumai, Senin (13/6/2016) sekitar pukul 15.30 WIB di ruangan Melati Kantor DPRD Dumai Jalan Tuanku Tambusai.

Saat hearing Ketua Komisi III, Hasrizal mempertanyakan kenapa anggota Komisi III yang akan masuk melihat tumpahan Crude Palm Oil (CPO) di Dermaga B PT Pelindo 1, dihalangi pihak keamanan yang menjaga pintu gerbang.

General Manager (GM) PT Pelindo 1, Muhammad Junaidi yang hadir dalam hearing tersebut, meminta maaf atas insiden penghalangan anggota dewan di pintu gerbang Dermaga B PT Pelindo 1 oleh pihak keamanan.

"Saya selaku pemimpin dan bertanggungjawab, meminta maaf atas insiden yang terjadi kemarin," ucap Junaidi.

Saat insiden tumpahan cpo di Dermaga B, saat itu PT Pelindo 1 sedang ada kunjungan dari Direksi PT Pelindo 1, terang Junaidi. Pada saat kejadian tumpahan cpo tanggal 2 Juni 2016, dirinya mendapatkan telpon dari Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) ada wartawan yang ingin masuk juga.

"Saat itu kita tidak diinformasikan kalau ada anggota dewan yang ingin masuk juga, jadi kita tidak tahu. Karena masuk ke areal dermaga ada protapnya. Jadi tidak semerta-merta bisa masuk begitu saja. Kalau pun informasinya ada anggota dewan akan masuk, saya izinkan," ungkapnya. Dirinya juga menjelaskan, terkait tumpahan cpo ada protapnya dalam menanggulanginya.

Dalam hearing itu dihadiri Kepala Bidang Keselamatan Berlayar (Kabid KB) KSOP Kelas 1 Kota Dumai, Heru. Juga anggota Komisi III, Supriyanto, Sarifah, Hasan, Johannes Tetalepta, Juprida dan Kuat Fahrudin.

Pantauan GoRiau.com, hearing tersebut sempat memanas, saat PT Pelindo 1 tidak bisa menjawab dengan jelas, pertanyaan dari Johannes Tetalepta, terkait sop yang seharusnya dilakukan saat terjadinya tumpahan cpo di laut Dermaga B PT Pelindo 1.

"Saya tidak akan berhenti sampai disini. Saya akan melawan dengan ilmu pengetahuan yang saya miliki dalam memperjuangkan Kota Dumai yang lebih baik lagi," kata Johannes Tetalepta kepada GoRiau.com, Selasa pagi (14/6/2016).

Hearing antara Komisi III DPRD Kota Dumai, dengan PT Pelindo 1 Cabang Dumai dan KSOP Kelas 1 Kota Dumai, berlangsung hanya sekitar 30 menit. Dalam haering tersebut, pihak PT Pelindo 1 tidak secara jelas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan Komisi III.

Sementara Kepala Bidang Keselamatan Berlayar (Kabid KB) KSOP Kelas 1 Kota Dumai, Heru, siap membantu Komisi III dalam berbicara aturan dan peraturan yang berlaku saat ini.

"Kita siap memaparkan sejauh mana peraturan dan aturan main di pelabuhan," tutup Heru.***

Kategori:PON
wwwwww