Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Badminton

Alex Tirta: Intinya Bekerja Yang Bisa Membangun Bulutangkis

Alex Tirta: Intinya Bekerja Yang Bisa Membangun Bulutangkis
Alex Tirta. (Azhari)
Kamis, 30 Juni 2016 19:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Pengprov PBSI DKI Jakara, Alex Tirta tidak pernah mau memperdebatkan keberadaan organisasi yang dipimpinnya. Bagi Alex, komitmen menjalankan program pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan jauh lebih penting. 

"Tak perlu lah diperdebatkan masalah organisasi yang saya pimpin. Intinya, saya itu mau bekerja untuk membangun olahraga bulutangkis Jakarta agar bisa menghasilkan prestasi di tingkat nasional dan internasional," katanya. 

Pemilik klub bulutangkis Exist ini memang telah menunjukkan komitmennya dengan menggeler Victor Exist Jakarta Open Junior International Championships 2016 dan kejurprov bulutangkis DKI Jakarta rutin. Bahkan, Pengprov PBSI DKI Jakarta juga telah melakukan kerja sama dengan Korean Badminton Association (Korea) dan dua klub bulutangkis terbesar Thailand yakni Bhantongyord dan Granular. Klub Bhantongyord telah melahirkan juara Indonesia Open 2015, Ratchanok Intanon dan pemain junior terbaik Thailand, Pattarasuda dan Kunlavuit. 

"Kerja sama dengan Korea dan Thailand ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pebulutangkis DKI Jakarta dengan menambah pengalaman bertanding pemain. Sebab, melalui kerjasama itu para pemain DKI Jakarta bisa melakulan training camp di Korea dan Thailand. Begitu juga sebaliknya, pemain Korea dan Thailand bisa menjalani training camp di klub Exist Jakarta," kata Alex sembari menyebut Jepang dan Malaysia.

 Ketika ditanyakan mengapa tidak digelar sekalian event yang melibatkan pemain kedua negara tersebut? "Ide menggelar event itu memang sudah datang dari Korea. Tapi, kita masih belum mewujudkannya karena hanya tiga negara. Kalau Jepang dan Malaysia sudah bergabung mungkin bisa dilakukan," jawabnya. 

Disinggung masalah target medali di PON Jawa Barat 2016, kata Alex Tirta, Tim Bulutangkis DKI Jakarta mengincar tiga medali emas. "Kita telah menyiapkan 16 atlet putra dan putri. Target tiga emas itu dari nomor perseorangan dan ganda," tukasnya.

Berbicara masalah pencurian umur, Alex menilai itu sangat penting diperhatikan karena akan berdampak terhadap prestasi bulutangkis Indonesia ke depan. "Saya pernah berbicara dengan PP PBSi untuk menjembatani pertemuan dengan klub-klub besar untuk mengatasi masalah pencurian umur. Tapi, hal itu belum terwujud," katanya. 

Menurut Alex, masalah pencurian umur itu bisa diatasi dengan adanya kerjasama dengan pihak kepolisian, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). "Kita bisa kok mengecek usia mereka sebenarnya melalui Kemendagri dan Kemendiknas," tandasnya. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww