Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
8 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
Politik
9 jam yang lalu
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
3
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
Hukum
15 jam yang lalu
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
4
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
Peristiwa
9 jam yang lalu
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
5
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
Peristiwa
13 jam yang lalu
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
6
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Internasional
14 jam yang lalu
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jelang Olimpiade Rio de Jeneiro 2016 Tim Angkat Besi Maksimalkan Penampilan di Capetown

Minggu, 10 Juli 2016 18:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tim Angkat Besi Olimpiade Indonesia yang beranggotakan 5 lifter putra dan 2 lifter putri sudah meninggalkan Tanah Air menuju Capetown, Afrika Selatan, Jumat (8/7/2016). Di sana, mereka akan menjalani training camp untuk memaksimalkan penampilan sekaligus menyesuaikan diri dengan cuaca di Rio de Jeneiro, Brasil. 

"Target training camp di Capetown yakni pemantapan persiapan tahap akhir dan penyesuaian suhu sekaligus minimalisir perbedaan waktu dengan Rio de Jeneiro," kata Direktur Performa Tinggi Angkat Besi, Alamsyah Wijaya di Jakarta, Jumat (8/7). 

Di Cape Town, Eko Juli Irawan dan kawan-kawan akan berlatih hingga 28 Juli 2016. Dari sana, mereka langsung bertolak ke Rio de Jeneiro untuk menjalani pertandingan angkat besi Olimpiade Rio de Jeneito yang berlangsung 6 hingga 10 Agustus 2016. 

Tim Angkat Besi Indonesia didampingi tiga pelatih yakni Dirdja Wihardja, Minan Kemin, Aveenash Pandoo dan Bayu Nusa Mindoro sebagai tenaga masseur. "Pelatih Supeni, Kanti Mahayanti sebagai psiotherapis dan manager Tim akan bergabung 15 Juli 2016 karena masih menunggu ID Card yang sekaligus berfungsi sebagai visa ke Brasil," katanya. 

Menurut Alamsyah, tim angkat Besi Indonesia berharap bisa kembali meneruskan tradisi medali pada ajang Olimpiade yang dimulai pada Olimpiade Sydney tahun 2000. 

Di Olimpiade London 2012, angkat besi menyumbang 1 medali perak dan 1 perunggu dari Triyatno dan Eko Yuli Irawan. "Eko Yuli Irawan, Triyatno dan Sri Wahyuni jadi harapan terbesar bagi Indonesia untuk meraih medali," kata Alamsyah. 

Ketujuh lifter yang akan tampil di ajang empat tahunan tersebut antara lain M. Hasbi (62kg), Eko Yuli Irawan (62 kg), Deni (69 kg), I Ketut Ariana (77 kg), Triyatno (69 kg), Sri Wahyuni (48kg) dan Dewi Safitri (53 kg).Sebelumnya,  pelatih asal Afrika Selatan, Aveenash Pandoo mengatakan, Eko dan Sri Wahyuni yang berpeluang meraih medali.

"Eko dan Sri memiliki pengalaman yang mencukupi dan hasil latihan selama persiapan Olimpiade cukup bagus. Dan, kita akan memaksimalkan kemampuan keduanya selama di Capetown," katanya.

Selain Eko dan Sri, Pandoo juga mengharapkan Triyatno membuat kejutan pada ajang peata olahraga empat tahunan dunia itu. "Triyatno ini semakin tua malah semakin matang. Semoga saja dia dapat menberikan kejutan seperti Olimpiade sebelumnya," ujarnya.

Di Rio de Jeneiro, China masig tetap menjadi musuh besar Indonesia dalam upaya merebut medali tersebut. Di Olimpiade London 2012, China menduduki peringkat pertama dengan raihan 5 emas dan 2 perak. Sedangkan Indonesia hanya dapat mencapai posisi kedelapan bersama Rumania dengan raihan satu medali perak dan satu medali perunggu. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Olahraga, DKI Jakarta
wwwwww