Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
8 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
7 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
11 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton

Bahas Penanganan Vaksin Palsu, Siang Ini Lintas Kementerian Akan Sambangi Komisi IX DPR

Bahas Penanganan Vaksin Palsu, Siang Ini Lintas Kementerian Akan Sambangi Komisi IX DPR
Anggota Komisi IX DPR RI, Partaonan Daulay. (istimewa)
Kamis, 14 Juli 2016 11:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Berkenaan dengan Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan lintas Kementerian dan lembaga terkait penanganan vaksi palsu yang akan dilakukan pukul 14 nanti, ada beberapa hal pokok yang perlu dijawab oleh pemerintah, khususnya kementerian kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi IX DPR daerah pemilihan Sumatera Utara Saleh Partaonan Daulay kepada GoNews.co, Kamis (14/07/2016) melalui sambungan telephone.

Hal-hal pokok tersebut kata Daulay, pertama, pemerintah dapat menjelaskan isi kandungan vaksin palsu yang sudah beredar dan dipakai masyarakat. "Bersamaan dengan itu, diperlukan juga jawaban terkait tingkat keberbahayaan kandungan vaksin itu bagi anak-anak yang diimunisasi," jelasnya.

Kedua sambung Daulay, pemerintah diharapkan dapat membuka secara transparan nama-nama fasilitas pelayanan kesehatan yang telah memakai vaksin palsu. "Perlu juga penjelasan tambahan apakah fasilitas pelayanan kesehatan tersebut menggunakannya secara tidak sengaja atau sengaja," tukas dia.

Adapun yang ketiga menurutnya, pemerintah diharapkan dapat mengungkapkan secara terbuka tentang jaringan produksi, distribusi, dan seluruh orang yang terlibat dalam peredaran vaksin tersebut. Termasuk di dalamnya jika ada kemungkinan paramedis, staf administrasi, bahkan kalau perlu petugas kebersihan di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

Dan yang keempat, pemerintah diharapkan dapat memberikan jaminan atas ditegakkannya hukum secara adil kepada mereka yang terlibat dalam peredaran vaksin palsu. "Dengan begitu, kasus serupa diharapkan tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Kelima, pemerintah diharapkan dapat memberikan jaminan bahwa peredaran vaksin palsu dapat dihentikan dalam waktu dekat. Penjelasan yang diperlukan tentu terkait dengan bagaimana cara pemerintah menghentikannya sehingga kepercayaan masyarakat dapat dikembalikan," beber dia.

Adapun yang ke enam, pemerintah juga diharapkan dapat menjelaskan secara baik terkait penanganan yang akan dilakukan pada anak-anak yang kebetulan telah diimunisasi dengan vaksin palsu. "Ini menjadi penting mengingat wacana vaksin ulang masih menjadi perdebatan di masyarakat," pungkas Politisi Partai Amanat Nasional itu. (***)

wwwwww