Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
DPR RI
23 jam yang lalu
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
2
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
3
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
4
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
DPR RI
21 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
5
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
Sepakbola
18 jam yang lalu
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
6
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dua Kali Ditegur Tetap Berjualan di Lahan Fasilitas Umum, Satpol PP Ratakan Puluhan Lapak Di Kubu Raya

Dua Kali Ditegur Tetap Berjualan di Lahan Fasilitas Umum, Satpol PP Ratakan Puluhan Lapak Di Kubu Raya
Penertiban lapak PKL di Kalbar.
Selasa, 02 Agustus 2016 15:07 WIB
Penulis: Cece Kusmana
KUBU RAYA- Puluhan bangunan lapak milik pedagang kaki lima, yang berdiri di atas fasilitas umum sepanjang jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, diratakan Tim Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa, (02/08/2016) siang.

Eksekusi yang dilakukan Satpol PP tersebut berjalan mulus meski ada perlawanan dari para pedagang, yang merasa tidak terima dengan pembongkaran paksa tersebut. "Harusnya tidak langsung dibongkar, meskipun sudah ada pemberitahuan, tapi kami belum diberikan solusi. Kemana kami pindah dan lain sebagainya," ujar salah satu pedagang, yang bernama Anwar.

Dirinya juga meminta, agar pemerintah daerah tidak semena-mena, serta memberikan jalan keluar bagi pedagang. "Minimal diberi solusi, dimana kami harus jualan, karena dari berjualan seperti ini kami bisa mendapatkan nafkah untuk keluarga," gerutunya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Kubu raya, Fitria Fadly mengatakan,pihaknya telah mengaku telah memberikan teguran sebelum dilakukan pembongkaran terhadap 53 lapak, kios dan bangunan milik PKL. Bahkan menurutnya pemberitahuan tersebut sudah dilayangkan sampai 2 kali.

"Kita sudah melayangkan 2 kali surat himbauan kepada pedagang untuk segera mengosongkan dan membongkar sendiri bangunan mereka, mereka tidak merespon, sehingga terpaksa kami bongkar paksa," tegasnya.

Senada dengan Kasatpol PP, Camat Sungai Raya, Suhari juga menambahkan, jika pihaknya hanya menjalankan aturan yang ada, walaupun ada warga protes, tapi pedagang juga harus patuh terhadap peraturan daerah yang telah dibuat.

"Karena apapun alasannya bangunan-bangunan lapak yang ada memang sudah melanggar aturan, karena telah berdiri di lahan fasilitas umum, sehingga tentunya mengganggu ketertiban umum," katanya.

Ditambahkan Suhari, pihaknya juga sudah memberitahukan kepada para pedagang melalui aparatur RT dan RW yang ada untuk segera membongkar bangunan lapak pedagang. Dan hasilnya ada sebagian pedagang yang dengan sukarela membongkar sendiri bangunan, tapi sebagiannya lagi tetap memilih bertahan, hingga terpaksa harus di lakukan pembongkaran.

Dalam penertiban lapak PKL tersebut, Satpol PP juga dibakcup dari aparat Polsek Sungai Raya dan personil TNI AD. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, Kalimantan Barat

wwwwww