Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Badminton

Demi Hidup Sehat, DPR Dukung Harga Rokok Rp50 Ribu Per Bungkusnya

Demi Hidup Sehat, DPR Dukung Harga Rokok Rp50 Ribu Per Bungkusnya
Ilustrasi. (GoNews.co)
Kamis, 11 Agustus 2016 14:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mendukung Kebijakan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia (UI) yang menggulirkan wacana kenaikan harga jual rokok Rp50 ribu per bungkus.

Menurut Fadli, upaya tersebut digalang untuk mengurangi generasi perokok selanjutnya. Bahkan hal tersebut menjadi upaya menjaga kesehatan dan bentuk iklan hidup sehat.

"Kita sangat mendukung segala upaya yg bisa mengurangi terutama generasi muda yang perokok meski itu hak setiap orang. Saya kira itu bagian usaha kesehatan termasuk iklan," ujar Fadli di Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2016).

Tetapi terkait harga rokok kata Fadli merupakan kewenangan pihak industri. Sebab hal tersebut berkaitan dengan urusan suplay dan demand masalah rokok.

Fadli pun mempertanyakan kewenangan pemerintah untuk menaikan harga rokok. Apakah pemerintah mempunyai hak untuk menaikan harga rokok?.

"Apakah pemerintah punya hak menaikkan harga rokok, saya tidak tahu. Kalau menaikkan cukai rokok bisa saja. Kalau menaikkan harga rokok itu urusan industri dan konsumen. Saya tidak tahu apakah pemerintah bisa ikut campur dalam soal itu," tandasnya. (***)

wwwwww