Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
22 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
18 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Badminton

Sebelum Pengumuman Pemenang Tender, ICM Ingatkan ULP dan Pokja I Bengkalis Prioritaskan Kontraktor Lokal

Sabtu, 13 Agustus 2016 13:11 WIB
Penulis: Ira Widana
sebelum-pengumuman-pemenang-tender-icm-ingatkan-ulp-dan-pokja-i-bengkalis-prioritaskan-kontraktorEka Hariadi, Wakil Ketua Ikatan Contraktor Mandau.
DURI - Tahap dua lelang proyek APBD Bengkalis tahun 2016 ini melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) sedang berlangsung. Dijadwalkan pemenang tender ini pekan depan sudah diumumkan oleh panitia terkait. Sejumlah kontraktor lokal juga ingin diperhatikan dalam proses lelang tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Ikatakan Contraktor Mandau (ICM) melalui wakilnya, Eka Hariadi kepada GoRiau.com, Sabtu (13/8/2016). "Jangan bikin riak jika tidak ingin ada gelombang," ujar Eka menujukan bahasa tersebut kepada Ketua ULP Bengkalis, Sevnur dan juga Ketua Pokja I, Lutfi Hendra.

Eka menyebutkan kedua orang penting di proses lelang proyek APBD Bengkalis 2016 ini sangat sulit ditemui dan dihubungi. Bahkan keduanya jarang terlihat masuk kantor.

"Mewakili kontraktor lokal yang ada di Mandau ini, kita tentu ingin bersilaturrahmi dengan kedua orang penting ini. Minimal kita bisa menyampaikan agar mereka bisa memperhatikan kontraktor lokal. Jangan sampai kontraktor lokal hanya jadi penonton saja dalam pembangunan daerahnya," ujar Eka.

"Kita tidak masalah jika proyek APBD Bengkalis dengan nilai Rp. 2 Milyar ke atas dikerjakan oleh perusahaan - perusahaan profesional, sesuai dengan spesifikasinya walaupun berasal dari luar daerah, Namun untuk proyek di bawah Rp. 1 Milyar sudah semestinyalah diberikan kepada kontraktor tempatan," sebutnya lagi.

Apalagi lanjut Eka, perputaran ekonomi masyarakat akan lebih berpengaruh jika pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh rekanan lokal di Kecamatannya masing - masing.

"Selain untuk menunjang gairah ekonomi masyarakat tempatan, Rekanan lokal tentu punya komitmen yang lebih kuat untuk mempersembahkan yang terbaik untuk daerah ini," tambahnya.

Eka kembali menegaskan, sebagai panitia pelelangan, ULP Bengkalis juga harus memperhatikan hal itu. Jika kontraktor lokal tidak dianggap maka dikawatirkan bakal timbul gejolak dan kecemburuan sosial.

"Kalau yang dimenangkan hanya perusahaan-perusahaan baik dari luar Kecamatan bahkan dari luar Kabupaten, maka hal itu akan memancing timbulnya gejolak serta kecemburuan sosial. Oleh karena itu kami mengajak masyarakat sama-sama memantau proses pelelangan Proyek APBD Bengkalis tahun ini," tutupnya. ***

Kategori:PON, Badminton
wwwwww