Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
Politik
18 jam yang lalu
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
2
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
Peristiwa
11 jam yang lalu
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
3
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
DPR RI
20 jam yang lalu
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
4
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
Olahraga
18 jam yang lalu
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
5
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
Politik
19 jam yang lalu
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
6
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
Politik
18 jam yang lalu
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PFI: Permintaan Maaf Tentara ke Jurnalis Jangan Hanya Omong Kosong

PFI: Permintaan Maaf Tentara ke Jurnalis Jangan Hanya Omong Kosong
Ilustrasi. (net)
Selasa, 16 Agustus 2016 12:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta mengutuk keras tindak aniaya Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara terhadap jurnalis di Medan. Permintaan maaf saja tidak cukup oleh para petinggi serdadu itu, proses hukum atas penganiayaan dua jurnalis harus berlanjut hingga proses hukum.

Permintaan maaf saja tidak cukup oleh para petinggi serdadu itu, proses hukum atas penganiayaan dua jurnalis harus berlanjut hingga proses hukum.

Hal tersebut diungkapkan Ketua PFI Yogyakarta Tolhah Hamied kepada GoNews.co melalui surat elektroniknya, Selasa (16/08/2016).

"Proses hukum harus jalan atas penganiayaan dua jurnalis di Medan okeh anggota TNI Angkatan Udara. Tidak cukup minta maaf dan jangan hanya omong kosong," tegasnya.

Peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI Angkatan Udara terhadap kawan jurnalis Harian Tribun Medan dan MNC TV sungguh biadab. Aparat yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, tetapi justru bertindak beringas terhadap masyarakat dan jurnalis.

Kejadian kekerasan yang dialami oleh kawan-kawan jurnalis sudah sering terjadi, dan tidak pernah ada tindakan dari aparat penegak hukum atau perhatian dari pemerintah. Bahkan, justru mengaku sebagai jurnalis atau wartawan malah penganiayaan semakin menjadi.

"Kami Pewarta Foto Indonesia Yogyakarta, mengutuk keras aksi kekerasan terhadap wartawan dan menuntut pelaku kekerasan untuk dihukum dan ditindak tegas," kata dia.

Ditambahkan oleh Pamungkas WS, Penasihat PFI Yogyakarta, jangan ada lagi kasus penganiayaan terhadap para jurnalis. Baik jurnalis foto, televisi, on-line maupun media cetak.

"Kami tidak ingin ada lagi kasus Udin Bernas yang mati dibunuh katena berita dan tidak terungkap hingga saat ini. Kasusnya menguap bagaikan air yang terkena terik matahari," kata dia. (***)

wwwwww