Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Perambahan TNTN dan Bukit Tiga Puluh yang Berujung Karlahut, Dampak dari Malprosedur Proses Perizinan

Jum'at, 26 Agustus 2016 02:16 WIB
Penulis: Safrizal
perambahan-tntn-dan-bukit-tiga-puluh-yang-berujung-karlahut-dampak-dari-malprosedur-prosesElviriadi
SELATPANJANG - Pengamat lingkungan DR Elviriadi SPi MSi menilai perambahan Taman Nasional Tesso Nilo (TMTN) dan Bukit Tiga Puluh yang berujung Karlahut, adalah dampak dari malprosedur perizinan. Menurutnya, pelepasan kasawan hutan selama ini hanya berdasarkan penunjukan kawasan hutan.

Padahal dalam Surat Keputusan bersama (SKB) antara BPN, Menteri Pertanian dan Menhut serta UU no 41/1999 dijelaskan tata cara perijinan dan pelepasan kawasan hutan. Pertama, penunjukkan kawasan yang dilampiri peta. Kedua, penataan batas yang dilaksanakan oleh panitia tata batas yang dibentuk oleh bupati/walikota sebagai penanggungjawab penyelenggaraan penataan batas kawasan hutan di wilayahnya.

"Penataan batas meliputi pemancangan patok sementara, inventarisasi dan penyelesaian hak pihak ketiga, berita acara pengakuan masyarakat dan terakhir pemetaan hasil tata batas tersebut," kata Elviriadi, Rabu (24/8/2016).

Ditambahkan Elviriadi, selama ini baru penunjukan kawasan, eh tau-tau nya izin keluar. Langsung eksekusi tidak peduli tumpang tindih dengan kebun warga, kawasan hidro-orologis, kubah gambut, zona dengan daya konservasi tinggi.

"Kebijakan malprosedur yang dibiarkan sejak lama ini, diibaratkan orang pacaran belum akad, sudah tinggal serumah. Makanya konflik lahan tinggi karena tidak ada berita acara yang disepakati masyarakat tempatan sebagai tahapan wajib dalam pelepasan kawasan dan perizinan," sesal Elviriadi.

"Karena jurus mabuk eksploitasi lahan gambut itu juga, titik api akan terus membombardir Riau. Soalnya, seluruh lahan gambut di Riau tidak punya supply air tanah, akibat dari jurus mabuk pemangsa izin hutan tadi," tambah Elviriadi.

Lalu, diceritakan Elviriadi juga, sekarang ini Taman Nasional di Riau sedang diokupasi (diambil alih, red) masyarakat, pemerintah mulai repot. Perambahan itu terjadi karena ada preseden (contoh kasus, red). Masyarakat dalam Taman Nasional tahu, bahwa di luar sana ada jutaan hektar lahan hutan yang digarap tanpa prosedur jelas.

"Kenapa pula hanya mereka (perambah taman nasinal) yang diuber-uber," ujar Elviriadi.

Ia pun menyarankan agar pemerintah mengedepankan cara-cara persuasif dan kompromi yang saling memartabatkan. Sebab, kalau represif bisa jadi pertumpahan darah. Dalam teori Max Waber, kata laki-laki bertubuh tambun itu lagi, posisi sudah ditentukan oleh siapa yang hegemonik. Jadi, siapa yang pandai memainkan hegemoni, kelompok kepentingan itu yang menang, tandas lelaki gempal suka humor itu menutup wawancara.

"Saat ini pemerintah sedang menghadapi polemik Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Tesso Nilo dan Giam Siak Kecil yang masyarakat di dalamnya bertahan hidup mati," ujar Elviriadi. ***

Kategori:Badminton, Riau, PON
wwwwww