Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
8 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
6 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
10 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahasiswa Barat Selatan: Pemerintah Aceh Harus Perluas Kesempatan Kerja

Mahasiswa Barat Selatan: Pemerintah Aceh Harus Perluas Kesempatan Kerja
Mahasiswa Barat Selatan Aceh-Yokyakarta berfoto bersama usai diskusi di Aula Asrama Meuligoe Sultan Iskandar Muda Yogyakarta, Sabtu (3/9/16) malam
Minggu, 04 September 2016 07:04 WIB

YOKYAKARTA - Keluarga Besar Mahasiswa Barat Selatan Aceh (BARSELA) Yogyakarta mengadakan diskusi terbuka terkait pendidikan dan lapangan pekerjaan. Diskusi digelar di Aula Asrama Meuligoe Sultan Iskandar Muda Yogyakarta, Sabtu (3/9/16) malam, mulai pukul 19.30 sampai 23.00 WIB.

Panitia diskusi BARSELA, Muhammad Rizal melalui siaran pers kepada GoAceh mengatakan, acara diskusi ini dihadiri Ketua Mahasiswa Paguyuban Rahman Mahlil (Aceh Selatan), Ariq A Rahman (Aceh Barat), Ammar (Aceh Singkil), Adam (Simeulue), Meidi Z (Nagan Raya), dan perwakilan pengurus paguyuban.

Peserta mendiskusikan secara terbuka terkait permasalahan pendidikan dan lapangan pekerjaan di Aceh, khusunya di wilayah barat selatan Aceh.

Rahman Mahlil berharap kepada Pemerintah Aceh agar menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan pokok. Jika ingin Aceh cepat maju dan lepas dari kemiskinan, maka jadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan.

Hal senada, Ariq A Rahman mengatakan, kemiskinan di barat selatan Aceh saat ini semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh terbatasnya lapangan pekerjaan. Pemerintah Aceh jangan menutup mata terkait hal ini.

“Jika kemiskinan tidak segera diatasi, maka bisa menyebabkan terjadinya pencurian dan perampokan. Pemerintah Aceh harus dapat melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan,” tambah Meidi Z.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Ekonomi, Umum, Badminton, Aceh
wwwwww