Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Masih Ada 23 Ribu Warga Bengkalis Belum Rekam KTP

Minggu, 04 September 2016 17:00 WIB
Penulis: Ismail
masih-ada-23-ribu-warga-bengkalis-belum-rekam-ktp
BENGKALIS - Masih ada 23 ribu lebih warga Kabupaten Bengkalis tercatat belum melakukan perekaman untuk pembuatan KTP secara online. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mentargetkan proses perekaman terhadap 23 ribu warga tersebut bisa selesai menjelang 30 September mendatang.

''Sesuai dengan pengumuman Kementerian Dalam Negeri, sebelum 30 September seluruh penduduk harus sudah melakukan perekaman. Kita sudah melakukan identifikasi kemudian menentukan jadwal berdasarkan entry by name dan address untuk proses perekaman,'' ujar Kepala Disdukcapil Bengkalis, Renaldi kepada wartawan, Jumat (2/9/2016).

Dikatakan, penyusunan jadwal perekaman tersebut sangat diperlukan agar proses perekaman bisa optimal. Sehingga, tidak ada lagi nanti warga yang tercecer karena pihaknya akan melakukan cross check terhadap seluruh warga yang melakukan perekaman.

Bahkan, sambung Renaldi lagi, bagi warga yang tidak bisa datang karena alasan tertentu, pihaknya akan turun ke lapangan untuk melakukan perekaman. ''Sudah ada warga yang meminta karena persoalan geografis, maka kita yang ke sana. Hanya saja karena ketiadaan jaringan internet, maka proses perekaman dilakukan secara offline. Baru nanti di kantor kita input datanya secara online,'' kata Renaldi.

Dengan cara seperti itu, kata Renaldi lagi, memang pihaknya kerja dua kali. Namun, dengan cara seperti itu juga diharapkan proses perekaman terhadap 23 ribu warga tersebut bisa selesai sebelum 30 September.

Saat ditanya kecamatan mana saja yang jumlah penduduknya paling besar belum melakukan perekaman, Renaldi mengatakan, ada di Kecamatan Pinggir sebesar 12 ribu lebih. Kemudian disusul Mandau sebanyak 10 ribu lebih dan sisanya tersebar di kecamatan lain.***

Kategori:Voli, Badminton
wwwwww