Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Penderita DBD di Bengkalis Terus Meningkat, Agustus Terjadi 48 Kasus

Minggu, 04 September 2016 17:18 WIB
Penulis: Ismail
penderita-dbd-di-bengkalis-terus-meningkat-agustus-terjadi-48-kasus
BENGKALIS - Pada Agustus 2016, terjadi sebanyak 48 kasus demam berdarah dangue (DBD) di Kabupaten Bengkalis. Jumlah tersebut meningkat disbanding bulan Juli sebanyak 40 kasus, dimana selama tahun 2016 dari Januari sampai Agustus empat penderita DBD meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL), Irawadi mengatakan, peningkatan penderita DBD dari Juli ke Agustus cenderung mengalami peningkatan. Dimana penderita DBD umumnya adalah anak-anak dan balita yang tersebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis.

''Bulan Agustus lalu berdasarkan data dari seluruh Puskesmas ditemukan 48 kasus DBD, sedangkan sebelumnya bulan Juli sebanyak 40 kasus. Total penderita DBD dari bulna Januari sampai Agustus tahun ini mencapai 646 kasus dengan 4 penderita meninggal dunia,'' ungkap Irawadi, Minggu (4/9/2016).

Dijelaskan, untuk antisipasi kasus DBD, Dinas Kesehatan Bengkalis sudah mengalokasikan bubuk abate dan kartu pemantau jentik keseluruh UPT Puskesmas di kecamatan-kecamatan. Kartu pemantau jentik akan digunakan oleh kader-kader jumantik dalam rangka larvasidasi secara selektif dalam mengantisipasi penyebaran DBD.

Sasaran dari penyaluran bubuk abate adalah rumah tangga-rumah tangga yang rentan berkembang biaknya nyamuk aedes agepty, serta lingkungan atau pemukiman yang warganya sudah terkena DBD. Selain itu penyemprotan nyamuk melalui fogging senantiasa dilakukan petugas puskesmas dan dinas kesehatan di rumah-rumah masyarakat yang terserang DBD.

''Jumlah penderita DBD kalau dikalkulasi perbulannya sejak Januari tahun ini terjadi penurunan, tapi tidak signifikan. Malahan dari bulan Juli ke bulan Agustus terjadi kenaikan penderita DBD walau tidak dalam skala besar,'' tambah Irawadi.

Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Bengklalis untuk selalu mewaspadai gejala DBD, termasuk melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran nyamuk aedes agepty. Antisipasi dilakukan dengan mnguras bak penampungan air serta tempat-tempat bersarangnya nyamuk aedes agepty.

''Kita secara rutin sosialisasikan kepada masyarakat tentang cara mengantisipasi berkembangnya penyakit DBD, mulai dari menguras bak penampungan air, membersihkan lingkungan serta tumpukan sampah. Kemudian apabila ada anggota keluarga terkena gejala DBD segera bawa ke puskesmas terdekat,'' imbau Irawadi mengakhiri.***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww