Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
13 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Badminton

Dijatah Daging Kerbau 20 Ton, Bulog Divre Riau-Kepri Prediksi Kampar Tertinggi Tingkat Konsumsi

Dijatah Daging Kerbau 20 Ton, Bulog Divre Riau-Kepri Prediksi Kampar Tertinggi Tingkat Konsumsi
ilustrasi. (internet)
Jum'at, 09 September 2016 08:57 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mulai mendatangkan daging kerbau asal India ke Indonesia. Sampai akhir September 2016 mendatang, sebanyak 10.000 ton daging kerbau telah tiba di Indonesia dan akan segera dipasarkan. Bulog Divre Riau-Kepri pun direncanakan akan mendapatkan kuota daging kerbau impor sebanyak 20 ton.

"Kepastiannya dapat berapa kita masih menunggu final stock di Jakarta, tapi rencananya kita kebagian jatah sebanyak 20 ton," kata Humas Bulog Divre Riau-Kepri, Hendra Gunafi kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (9/9/2016).

Saat ditanya tentang tingkat konsumsi masyarakat terhadap daging kerbau itu sendiri, Hendra mengakui bahwa tingkat konsumsi daging kerbau untuk masyarakat di Sumatera memang masih minim atau hanya sebagian kecil saja.

"Untuk di Sumatera, konsumsi daging kerbau masih minimalis. Mungkin ini karena biasanya dipakai bajak sawah, jadi masyarakat sayang mau motong kerbau. Kalau di Sumatera Barat dan di Kabupaten Kampar (Riau), baru banyak yang mengonsumsi," urainya. ***

wwwwww