Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
21 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Badminton

Sumur Bor Semburkan Lumpur, Warga Sesap Meranti Ketakutan

Sumur Bor Semburkan Lumpur, Warga Sesap Meranti Ketakutan
Semburan lumpur bercampur pasir (dalam lingkaran merah, red). Foto diambil dari video yang diunggah Lindo Ajie Syamsir dalam akun facebooknya.
Sabtu, 10 September 2016 23:22 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Fenomena sumur bor semburkan lumpur terjadi di Gang Sungai Datu Desa Sesap Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Riau. Akibatnya, warga sekitar mengaku tak tenang tidur sebab takut seperti kejadian lumpur lapindo.

Hal itu sebagaimana disampaikan dua warga Gang Sungai Datu, Asiong dan Apuan, ketika ditemui di Desa Sesap, Sabtu (10/9/2016) siang.

Kata Apuan, sebelum adanya semburan lumpur bercampur pasir itu, di daerah mereka memang dibangun dua sumur bor untuk masyarakat sekitar. Pembuatan sumur bor untuk keperluan air bersih warga itu dimulai pada, Kamis (8/9/2016) siang. Waktu itu kedalaman pengeboran sudah ada sekitar 50 meter.

"Sore hari pekerja pulang. Malam nya saya mendengar ada suara ledakan yang sangat keras. Tak lama setelah itu menyeburlah lumpur bercampur pasir," kata Apuan.

Apuan mengaku sangat kaget atas kejadian yang tak jauh dari rumahnya itu. Setidaknya, cerita Apuan, semburan lumpur dengan ketinggian lebih 20 meter tersebut terjadi sekitar 1 jam lebih. Lumpur pun memenuhi halaman rumahnya. "Saya takut terjadi seperti lumpur lapindo. Halaman banyak dipenuhi lumpur, saya alirkan ke parit," cerita Apuan.

Meski semburan lumpur sudah berhenti pada Kamis malam itu, namun Apuan mengaku masih ketakutan. Ia dan beberapa warga sekitar sangat tidak tenang pada malam itu.

Jumat pagi, tambah Apuan lagi, pekerja sumur bor datang. Atas kejadian ini, pengerjaan sengaja dihentikan. Pekerja berinisiatif untuk menarik keluar pipa yang sudah tertanam. Baru dapat mengeluarkan 3 pipa, semburan lumpur kembali terjadi. Pekerja dengan terpaksa terus menarik pipa sehingga menyebabkan sekujur tubuh terkena lumpur bercampur pasir.

Beruntung semburan lumpur Jumat pagi tidak begitu lama. Setelah semburan berhenti, warga berinisiatif untuk menutupi lubang sumur bor dengan kayu dan tanah. ***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww