Atasi Dampak Pasang Purnama, Bireuen Butuh Dana Rp45 M
![]() |
| Bupati Bireuen, Ruslan M Daud meninjau lokasi Batee Timoh pascarusaknya TPI bersama sejumlah dinas terkait, Kamis (22/9/2016). [Joniful Bahri] |
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Guna mengantipasi tidak meluasnya abrasi di Batee Timoh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, pemerintah harus dibangun jetty atau penahan ombak secara permanen di pinggir pantai.
Namun untuk pembangunan jetty tersebut, butuh dana sekitar Rp45 miliar. Dana tersebut harus terbantu dari provinsi serta dari ABPN.
“Kalau di Kuala Cerape, Jangka sendiri telah tertanggulangi sementara. Tapi kalau kawasan Batee Timoh, Jeumpa ini tidak mungkin kita andalkan dana APBK karena kondisi laut lepas,” kata Bupati Bireuen, Ruslan M Daud usai meninjau lokasi Batee Timoh pascarusaknya TPI, Kamis (22/9/2016).
Dengan kondisi itu, Ia berharap pembangunan jetty pinggir pantai ini dapat dibantu pusat, sehingga penanggulangan abrasi yang mulai meluas dan berdamak kepada rumah penduduk bisa tertanggulangi.
Menurut Ruslan, hasil evaluasi Dinas Bina Marga dan laporan Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, hampir seluruh kecamatan terjadi abrasi pascaterjadinya pasang purnama dua hari lalu.
Dirincikannya, selain di Kuala Cerape, Jangka, Batee Timoh, Jeumpa, hal yang sama juga terjadi di kawasan pesisir Gandapura, Plimbang, Jeunieb dan kawasan pesisir Samalanga. “Ada sekitar 10 kilometer yang perlu dan mendesak dibangun jetty. Berdasarkan kakulasinya, untuk 1 kilometer maka menghabisikan anggaran sekitar Rp15 miliar,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, TPI di Gampong Batee Timoh, pesisir Jeumpa, Bireuen roboh setelah disapu pasang purnama susulan, Selasa (20/9/2016) menjelang magrib.












