Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Atasi Dampak Pasang Purnama, Bireuen Butuh Dana Rp45 M

Atasi Dampak Pasang Purnama, Bireuen Butuh Dana Rp45 M
Bupati Bireuen, Ruslan M Daud meninjau lokasi Batee Timoh pascarusaknya TPI bersama sejumlah dinas terkait, Kamis (22/9/2016). [Joniful Bahri]
Kamis, 22 September 2016 23:30 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Guna mengantipasi  tidak meluasnya  abrasi di Batee Timoh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, pemerintah harus dibangun jetty atau penahan ombak secara permanen di pinggir pantai.

Namun untuk pembangunan jetty tersebut, butuh dana sekitar Rp45 miliar. Dana tersebut harus terbantu dari provinsi serta dari ABPN.

“Kalau di Kuala Cerape, Jangka sendiri telah tertanggulangi sementara. Tapi kalau kawasan Batee Timoh, Jeumpa ini tidak mungkin kita andalkan dana APBK karena kondisi laut lepas,” kata Bupati Bireuen, Ruslan M Daud usai meninjau lokasi Batee Timoh pascarusaknya TPI, Kamis (22/9/2016).

Dengan kondisi itu, Ia berharap pembangunan jetty pinggir pantai ini dapat dibantu pusat, sehingga penanggulangan abrasi yang mulai meluas dan berdamak kepada rumah penduduk bisa tertanggulangi.

Menurut Ruslan, hasil evaluasi Dinas Bina Marga dan laporan Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, hampir seluruh kecamatan terjadi abrasi pascaterjadinya pasang purnama dua hari lalu.

Dirincikannya, selain di Kuala Cerape, Jangka, Batee Timoh, Jeumpa, hal yang sama juga terjadi di kawasan pesisir Gandapura, Plimbang, Jeunieb dan kawasan pesisir Samalanga. “Ada sekitar 10 kilometer yang perlu dan mendesak dibangun jetty. Berdasarkan kakulasinya, untuk 1 kilometer maka menghabisikan anggaran sekitar Rp15 miliar,” ungkapnya.    

Seperti diberitakan sebelumnya, TPI di Gampong Batee Timoh, pesisir Jeumpa, Bireuen roboh setelah disapu pasang purnama susulan, Selasa (20/9/2016) menjelang magrib.

Editor:TAM
Kategori:PON, Badminton
wwwwww