Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Badminton
Sekilas Kabar dari Korpri

Korpri Bertekad Ambil Bagian Tanggulangi Kemiskinan

Korpri Bertekad Ambil Bagian Tanggulangi Kemiskinan
Potret kemiskinan di Indonesia. (net)
Rabu, 19 Oktober 2016 09:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Seluruh anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dapat ikut serta bersama pemerintah dalam upaya memberantas kemiskinan. Melalui soliditas dan profesionalitasnya, anggota Korpri berada di garda terdepan untuk mensejahterakan masyarakat. Namun, masih banyak anggota Korpri kebingungan melakukan hal tersebut.

Anggota Bidang Pengabdian Masyarakat Dewan Pengurus Korpri Nasional, Drs Herman Suryatman, M.Si mengungkapkan sebenarnya banyak cara aparatur sipil negara (ASN) berkontribusi dalam masalah itu.

Menurutnya, kemiskinan disebabkan secara struktural dan kultural. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan RB ini menuturkan, kemiskinan secara struktural karena ketidakberdayaan ruang gerak seseorang.

Dalam mengatasi kemiskinan seperti itu, aparatur sipil negara bisa berperan sebagai sebagai fasilitator dengan cara mendidik atau melalui bidang tugasnya masing-masing. Hal itu bisa dilakukan dengan mengakselerasi program yang tepat sasaran.

Herman menyontohkan peran yang bisa diambil anggota Korpri dalam hal itu. Misalnya, pegawai dinas kesehatan dengan cara memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik.

Begitu juga dengan aparatur di dinas perdagangan atau koperasi harus memberikan program yang meningkatkan daya beli masyarakat. Caranya dengan memberdayakan usaha kecil menengah.

Berbeda dengan struktural, kemiskinan kultural sedikit memiliki tantangan tersendiri dalam mengentaskannya. Hal itu karena banyak oknum yang mengaku miskin memanfaatkan kemiskinannya tersebut. Tanpa ada usaha kerja keras yang nyata.

Bagi aparatur yang juga tokoh masyarakat, Herman menilai, bisa berperan dalam pemberantasan kemiskinan kultural tersebut. Dengan ketokohannya, dia bisa memberi motivasi agar seseorang sanggup keluar dari kemiskinan.

Sebab, ada perlakuan khusus bagi mereka yang miskin secara kultural. Dengan ketokohan seorang anggota Korpri bisa melakukan perlakuan yang mengubah mental kehidupan orang dengan kemiskinan kultural itu.

Dengan memberikan motivasi kerja keras yang berintegritas, Herman menilai bisa memberi manfaat positif. Namun, kemiskinan jenis itu memang hanya bisa dihentikan dengan niat masyarakat itu sendiri.

Selama ini, pelaksanaan tugas yang diemban seluruh anggota Korpri secara nyata telah memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah. Dengan melaksanakan tugasnya masing-masing setiap anggota Korpri bisa melakukan dua peran sekaligus. Pertama sebagai pegawai pemerintah yang sekaligus motivator masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan. (*/dnl)

wwwwww