Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Olympic

Sampai Oktober 2016, Terjadi 83 Kasus DBD di Kabupaten Pelalawan

Sampai Oktober 2016, Terjadi 83 Kasus DBD di Kabupaten Pelalawan
Ilustrasi
Kamis, 20 Oktober 2016 18:31 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, cenderung mengalami penurunan terhitung sejak bulan Januari sampai Oktober 2016.

Data yang diperoleh GoRiau.com (GoNews Group) dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan, mulai dari awal tahun hingga sekitar pertengahan Oktober ini sedikitnya telah terjadi 83 kasus.

"Bulan Januari 19 kasus dan Februari 21 kasus," sebut Kepala Diskes Kabupaten Pelalawan, dr Endid RP melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Khairul, Kamis (20/10/2016).

Baca Juga: Siklus 5 Tahunan DBD di Pelalawan Makan Korban, Satu Orang Meninggal

Lanjut Khairil menyebutkan, bulan Maret 13 kasus, April 6 kasus dan Mei 3 kasus, sedangkan pada bulan Juni nihil atau tidak ada kasus DBD.

"Untuk bulan Juli 8 kasus, Agustus 6 kasus dan September 6 kasus. Sementara sampai dengan 19 Oktober terjadi 1 kasus," bebernya.

Baca Juga: Siswi SDIT At-Taqwa Pelalawan Meninggal Karena DBD

Khairul menambahkan, meski saat ini siklus lima tahunan DBD di Kabupaten Pelalawan, namun jumlah kasus DBD mengalami penurunan.

"Imbauan kepada masyarakat tetap melaksanakan 3 M Plus untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kalau ada yang demam tinggi, segera bawa ke sarana pelayanan kesehatan," pungkasnya.(***)

Kategori:Olympic
wwwwww