Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  PON

Menulislah Dari Hal yang Paling Mudah

Menulislah Dari Hal yang Paling Mudah
Sadri Ondang Jaya saat menyampaikan materi pada acara pelatihan jurnalistik, Kamis (20/10/2016). [Khairul]
Kamis, 20 Oktober 2016 18:44 WIB
Penulis: Khairul

SUBULUSSALAM – Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan. Semua orang bisa menjadi penulis, asalkan mau terus berlatih membuat tulisan.

Hal tersebut diutarakan Sadri Ondang Jaya, pada acara Pelatihan Jurnalistik Tingkat SMA sederajat se-Kota Subulussalam yang diadakan PWI setempat bekerjasama dengan Humas Setdako Subulussalam yang berlangsung di Hotel Khairul Syah, Kamis 920/10/2016).

“Menulis tidak perlu dimulai dari hal-hal yang rumit. Buatlah tulisan dengan tema yang mudah, misalnya tentang kegiatan sehari-hari,” kata Sadri kepada para peserta pelatihan.

Selain itu, Ia melanjutkan, keinginan untuk menulis harus timbul dari diri sendiri. “Tanamkan dalam hati, tiada hari tanpa menulis, menulis dan menulis,” kata Sadri yang telah menulis tujuh buku, salah satunya berjudul Singkil Dalam Kontelasi Aceh.

Menulis tidak bisa dikategorikan sebagai kegiatan sepele. Justru menulis merupakan aktivitas yang sangat penting. "Dengan menulis, kita akan meninggalkan jejak sejarah yang abadi," tandas Sadri yang juga berprofesi sebagai guru.

Editor:Yudi
Kategori:Umum, PON
wwwwww