Kapolda: Untuk Pengamanan Kita Berkaca pada Pilkada 2012
![]() |
| Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak dan Pangdam IM, Mayjen TNI Tatang Sulaiman usai gelar apel pasukan, Rabu (26/10/2016). [Humas Polda] |
BANDA ACEH – Polisi belajar banyak hal dari pengalaman pengamanan pemilu pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2012 silam. Hal itu disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak saat apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja Rencong 2017 di Lapangan Mapolda Aceh, Banda Aceh, Rabu (26/10/2016) pagi.
Dalam sambutannya Kapolda, mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengecek kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait, sebelum diterjunkan ke lapangan. Sehingga diharapkan, semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal.
(Baca Amankan Pilkada, Polres Pidie Siapkan 1.201 Personel)
“Dengan berkaca pada pelaksanaan pilkada serentak tahun 2012 yang lalu, dimana masih terjadi kerusuhan sosial seperti perusakan kantor KIP, pembakaran kantor timses, pelemparan granat ke posko paslon, kampanye hitam disertai isu–isu SARA, praktik money politik, maupun intimidasi terhadap penyelenggara dan peserta pilkada. Pada konteks inilah peranan Polri dalam mengawal dan mengamankan proses pilkada agar dapat terlaksana secara optimal,” ujarnya.
(Baca Kapolda Aceh Deklarasi Damai Setelah Ada Paslon Pilkada)
Guna terjaminnya stabilitas kamtibmas selama proses Pilkada 2017, katanya, maka Polda Aceh akan melibatkan 11.125 personel Polri, dengan tambahan perkuatan sebanyak 20.100 personel linmas dan sejumlah personel TNI. “Semua personel itu diterjunkan untuk mengamankan pemilihan gubernur/wakil gubernur di 23 kabupaten/kota, pemilihan bupati/wakil bupati di 16 kabupaten dan pemilihan walikota/wakil walikota di 4 kotamadya,” kata Rio yang sudah menyandang bintang dua ini.













