Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Indonesia Police Watch Ingatkan Kapolri Agar Waspada Agenda Kelompok Ektrim

Indonesia Police Watch Ingatkan Kapolri Agar Waspada Agenda Kelompok Ektrim
Ketua Presedium IPW, Neta S Pane. (istimewa)
Kamis, 17 November 2016 09:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pihak Kepolisian khusunya Kapolri diminta mewaspadai adanya agenda khusus dari kelompok ekstrim kanan, yang akan menggalang aksi demo pada tanggal 25 November mendatang.

Hal tersebut diingatkan Ketua Presedium IPW, Neta S Pane. Menurutnya, kelompok ini akan mencoba menggunakan isu Ahok untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi, pasca ditetapkannya Ahok sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama. Polri jangan sampai kecolongan mencermatinya.

"Ind Police Watch (IPW) menilai, kenapa Ahok tidak ditahan? Itu akan dijadikan isu oleh kelompok ini untuk memicu kemarahan umat Islam. Seharusnya, setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka, publik patut memberi kesempatan kepada Polri untuk bekerja cepat menuntaskan BAP nya agar bisa dilimpahkan ke kejaksaan, untuk kemudian disidangkan di pengadilan," ujarnya kepada GoNews.co, Kamis (17/11/2016) di Jakarta.

Menurut dia, tugas publik, ormas Islam, pers dan komponen masyarakat saat ini adalah mengawal agar Polri profesional menuntaskan kasus Ahok. "Presiden Jokowi sendiri sudah berjanji tidak cawe cawe dalam kasus Ahok dan ini patut dihargai," pintanya.

IPW juga melihat, kesungguhan yang tinggi dari penyidik Polri untuk menuntaskan kasus Ahok. "Dipastikan, penyidik Polri tidak akan berani bermain-main dengan kasus Ahok, apalagi Kapolri sudah berjanji akan menuntaskan kasus ini. Sementara Ahok sendiri tidak melakukan prapradilan, sehingga Polri akan bisa makin cepat menuntaskan BAPnya," tukasnya.

Keputusan Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka kata dia, adalah hasil gelar perkara yang berkeadilan dan memenuhi rasa keadilan publik serta berorientasi kepentingan NKRI.

"Namun ada pihak yang mencoba memanfaatkan isu Ahok ini dengan menggalang isu demo 25 Nov, dengan harapan bisa lebih besar dari demo 4 Nov. Isu yang mereka kumandangkan kenapa Ahok tidak ditahan. Isu ini hanya sasaran antara tujuan utamanya sesungguhnya ingin melakukan makar dan menjatuhkan pemerintahan Jokowi, dan kemudian membawa sentimentil isu khilafah," tegasnya.

IPW menduga, kelompok ekstrim kanan ada di balik semua ini. Untuk itu Polri perlu mencermati manuver di balik upaya penggalangan aksi demo 25 Nov ini agar NKRI tetap terjaga.

"Kapolri juga perlu segera mendatangi MUI dan kalangan ulama untuk menjelaskan bahwa Polri sangat serius dalam menuntaskan kasus Ahok dan akan secara cepat melimpahkan BAPnya ke kejaksaan. Sehingga tidak ada lagi ruang bagi kelompok ekstrim kanan untuk memanfaatkan isu Ahok, terutama untuk menggalang emosi umat Islam melakukan demo 25 Nov, yang tujuan utamanya sesungguhnya untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi," pungkasnya. ***

wwwwww