Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
13 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
18 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
8 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
7 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Sempat Ada Peringatan Bahaya, Tapi BMKG Pastikan Gempa Bumi di Papua Nugini Tak Berpotensi Tsunami ke Indonesia

Sempat Ada Peringatan Bahaya, Tapi BMKG Pastikan Gempa Bumi di Papua Nugini Tak Berpotensi Tsunami ke Indonesia
Ilustrasi.
Sabtu, 17 Desember 2016 20:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah New Britain, Papua New Guinea (PNG). Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi sekira pukul 13.15 WIB dengan kekuatan 6,5 skala richter (SR) dengan episenter terletak pada koordinat 6,11 LS dan 148,81 BT, tepatnya di laut pada jarak 151.8 km arah barat daya Kimbe pada kedalaman 75 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memaparkan bahwa peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan kuat di daerah dekat pusat gempa seperti Kumbun, Demgalu, Mielelek, Ekrek, Winguru, Omoi, dan Wako, dalam skala intensitas III SIG-BMKG (VI MMI).

Baca Juga: Gempa 7,9 di Papua Nugini Berpotensi Tsunami

Ditinjau dari skala intensitasnya, gempa bumi ini diperkirakan dapat menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan tembok sederhana.

"Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng. Dugaan kuat subduksi Lempeng Laut Solomon yang menyusup ke arah utara di bawah Lempeng Bismarck Selatan mengalami deformasi di zona Benioff tepat di bawah lepas pantai selatan Kepulauan New Britain," ujar Daryono melalui Press Releasenya , Senin (17/9/2016).

Daryono menambahkan, meski pusat gempa bumi ini berada di laut dan memiliki mekanisme sesar naik, tetapi karena hiposenternya di kedalaman menengah, maka gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. "Tidak berpotensi tsunami," tandasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. "Tidak ada dampak tsunami ke wilayah indonesia. BMKG telah menyampaikan informasi bahwa gempa di wilayah PNG tersebut berpotensi tsunami lokal. Tidak ada pengaruhnya terhadap wilayah Indonesia. Masyarakat dihimbau tenang. Indonesia aman.***

wwwwww