Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Hindari Pemborosan Saat Rayakan Natal, Ini Tipsnya

Hindari Pemborosan Saat Rayakan Natal, Ini Tipsnya
Ilustrasi. (net)
Minggu, 25 Desember 2016 16:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Hari ini, umat Kristiani merayakan sukacita Natal tepatnya pada 25 Desember 2016. Dalam merayakan hari besar keagamaan seperti Natal, setiap tentu akan menampilkan yang terbaik untuk merayakannya, tapi sering kali apa yang ditampilkan justru berlebihan dan memboroskan keuangan.

Lalu apa yang harus dilakukan supaya merayakan Natal tidak boros namun tetap menampilkan yang terbaik ?

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, Natal merupakan salah satu perayaan rutin yang sudah terjadwalkan di dalam kalender tahunan. Semestinya setiap orang sudah tahu berapa besar anggaran yang dikeluarkan ketika merayakan Natal pada tahun sebelumnya.

Estimasi anggaran pun menjadi kunci utama untuk menghindari pemborosan keuangan pada saat merayakan Natal.

"Ketika kita sudah tahu anggaran Natal di tahun lalu berapa, tentu anggaran itu akan dipersiapkan untuk Natal berikutnya. Artinya ada sejumlah dana yang disisihkan dari total pendapatan atau menjadi dana tabungan yang diperuntukkan untuk merayakan Natal nantinya,"papar Andi seperti dikutip GoNews.co dari Okezone.com, Minggu (25/12/2016)

Meski begitu, Andi mengatakan, masih banyak orang yang dananya berlebih dari estimasi yang dibuat. Untuk kejadian seperti ini, maka dibutuhkan estimasi kedua sebagai dana tambahan untuk estimasi budget pertama.

"Bagi pemborosan dana seperti ini, diperlukan kedisiplinan. Harus memikirkan kebutuhan hidup ke depan seperti apa, jika tidak maka setelah Natal menjadi beban tambahan keuangan,"ujarnya.

Menurut Andi, meski perayaan hari keagamaan bersifat emosional, di mana setiap orang bersedia memberikan apapun untuk merayakan momen ini. Setiap orang harus sadar bahwa momen ini bukan kejadian darurat.

"Merayakan Natal kan bukan berarti harus boros. Merayakan Natal itu dengan hati bersih dan hari yang ikhlas," sarannya. ***

Sumber:okezone.com
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww