Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
24 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Program E-KTP, Hidayat Nur Wahid: Jangan Kecolongan Lagi, Prioritaskan yang Bisa Bahasa Indonesia dan Daerah

Program E-KTP, Hidayat Nur Wahid: Jangan Kecolongan Lagi, Prioritaskan yang Bisa Bahasa Indonesia dan Daerah
Wakil Ketua MPR saat memberikan pengarahan dalam Sosialisasi 4 Pilar di Bambu Apus. (Muslikhin/GoNews)
Senin, 26 Desember 2016 10:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, kembali mengingatkan Pemerintah Indonesia, untuk tetap memprioritaskan program E-KTP kepada warga masyarakat asli Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjawab beberapa pertanyaan warga saat Sosialisasi Empat Pilar MPR di Bambu Apus, Tangerang Selatan Banten, Senin (26/12/2016) siang.

"Nah ini tugas kita semua untuk kembali mengingatkan Pemerintah, jangan sampai kita kecolongan, jangan sampai E-KTP dipalsukan. Kalau warga yang tidak bisa bahasa daerah seperti Jawa, Minang, Batak, Sunda, dan bahasa Indonesia sendiri malah sudah duluan dapat E-KTP ini kelewatan," ujarnya.

Pasalnya kata dia, justru masyarakat asli Indonesia sendiri malah belum memiliki E-KTP. "Nah padahal E-KTP ini juga bukan hanya sekedar identitas saja, tapi juga sebagai alat untuk memudahkan segala urusan yang ada. Jadi mulai hari ini insya Allah kita berdoa dan mengingatkan ke Pemerintah, agar permasalahan E-KTP ini benar-benar diprioritaskan warga Asli Indonesia," paparnya.

Kalau perlu kata dia, para calon atau warga yang mengurus E-KTP wajib dites bahasanya dulu. "Tes bahasa indonesia, gak bisa bahasa daerah, dia tinggal dimana? Kalau di Banten ya tes bahasa daerah Banten," candanya.

Karena selain rawan disalahgunakan, E-KTP ini kata Hidayat juga harus diwaspadai dengan adanya pemalsuan. "Saya pernah membaca dan mendapat informasi bahwa E-KTP juga pernah dipalsukan di China, ini harus kita waspadai, Pemerintah harus tegas dalam hal ini," pungkasnya. ***

wwwwww