Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
17 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
12 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Jangan Berteman Lagi dengan Mantan Kekasih, Ini 3 'Bahayanya'

Jangan Berteman Lagi dengan Mantan Kekasih, Ini 3 Bahayanya
Ilustrasi. (int)
Selasa, 27 Desember 2016 07:18 WIB
JAKARTA Setelah menikah, banyak orang yang masih mencoba berteman baik dan berkomunikasi intensif dengan mantan kekasihnya.

Sebelum memutuskan tetap berteman baik dengan mantan kekasih, ada baiknya Anda mengenali perasaan sendiri terlebih dahulu. Ini beberapa alasan Anda tidak bisa berteman dengan mantan kekasih, seperti dikutip dari situs perjodohan e Harmony.

1. Anda Belum Move On

Satu hal terburuk yang bisa terjadi dalam kehidupan percintaan Anda adalah masih (dan bersikeras) mencintai orang yang sudah tidak memiliki perasaan spesial terhadap Anda. Pria manapun yang mendekati selalu Anda hempaskan karena masih berharap bisa kembali ke mantan kekasih dengan cara menjadi 'temannya' dulu.

Jika Anda masih sering bertemua mantan kekasih, maka Anda tidak bisa bertemu atau melihat seseorang yang baru karena cinta lama masih bersemayam di hati.

Sedangkan si dia, ternyata sudah mulai mencari pasangan bahkan sudah memiliki kekasih baru. Berteman dengan mantan saat rasa cinta Anda masih sangat dalam hanya akan membuat Anda terperangkap di masa lalu dan tidak bisa move on.

2. Adanya Ambiguitas

Apa esensi dari pertemanan menurut Anda? Teman, adalah seseorang yang mau membantu satu sama lain. Menanyakan kabar ketika sakit. Mengajak jalan-jalan saat Anda gundah gulana. Mungkin juga memberikan hadiah atau kejutan ketika berulang tahun.

Ketika Anda memutuskan untuk berteman tapi di lubuk hati masih menyimpan perasaan, perlakukan sebagai 'teman' ini justru akan membuat Anda makin terperangkap dalam kisah cinta lama.

Anda jadi berharap-harap si dia akan datang saat Anda sakit, atau memimpikan kado darinya saat ulang tahun. Ketika keinginan itu tak terealisasi, hanya akan membuat Anda semakin sedih.

Ketika memutuskan akan benar-benar menjadi teman, pastikan tidak ada lagi setitik perasaan 'spesial' pada mantan. Yakinkan diri sendiri apapun jenis perhatiannya kepada Anda, dilakukannya hanya karena sebatas teman. Jika belum sanggup, lebih baik total putus hubungan.

3. Tunggu Waktu

Setelah putus, salah satu atau kedua belah pihak mungkin saja masih memiliki perasaan romantis terhadap satu sama lain. Maka dari itu akan sangat lebih baik jika Anda dan mantan kekasih memiliki waktu sendiri-sendiri untuk menenangkan diri. Jangan dulu berkomunikasi apalagi bertemu.

Beri waktu beberapa lama sampai perasaan itu pudar dan Anda sudah memiliki cinta yang baru. Bertemu lagi ketika masing-masing masih memiliki rasa cinta berpotensi membuat Anda dan pasangan berada di area abu-abu hingga hubungan tanpa status yang tidak jelas arah dan juntrungannya.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Badminton
wwwwww