Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Antisipasi Agar Tak Jadi Lokasi Asusila Pada Malam Tahun Baru, MUI Bukittinggi Bakal Adakan Dakwah Lapangan

Antisipasi Agar Tak Jadi Lokasi Asusila Pada Malam Tahun Baru, MUI Bukittinggi Bakal Adakan Dakwah Lapangan
Ilustrasi jam gadang. (net)
Sabtu, 31 Desember 2016 00:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BUKITTINGGI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, akan melakukan dakwah lapangan pada perayaan Tahun Baru 2017.

"Dakwah lapangan dilakukan untuk mengantisipasi dijadikannya Bukittinggi sebagai lokasi tindakan asusila dan perbuatan negatif lain saat malam pergantian tahun," kata Ketua MUI setempat Aidil Alfin di Bukittinggi, Jumat (30/12/2016)

Ia menegaskan tidak ada aksi "sweeping" atau pembersihan paksa dalam kegiatan tersebut karena hanya memiliki tujuan agar tetap terjaganya norma-norma yang berlaku di daerah itu.

"Sebagai daerah tujuan wisata kami menyambut baik pengunjung yang datang namun tidak ingin ada perilaku yang melanggar norma adat dan agama sehingga dilakukan dakwah lapangan," ujarnya.

Kegiatan itu sudah dibicarakan dengan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Bukittinggi, organisasi masyarakat dan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

Menurutnya meski pemerintah daerah hanya memberi izin tempat hiburan beroperasi hingga pukul 24.00 WIB tetapi tetap perlu diwaspadai warga yang masih berada di luar hingga lewat tengah malam.

"Bentuk kegiatannya bila nanti ditemukan anak muda yang berduaan di tempat sepi melewati pukul 24.00 WIB akan langsung didatangi dan diberi nasihat bahwa tindakan yang dilakukan salah dan menjurus pada pelanggaran norma," jelasnya.

Ia mengatakan MUI telah memberikan imbauan melalui masjid-masjid agar warga Muslim tidak ikut serta merayakan tahun baru karena bukan tradisi Islam.

"Sekiranya lebih baik diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti menggelar tausyiah di masjid-masjid," ujarnya.

Sementara Wali Kota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias mengatakan saat perayaan tahun baru memberi izin tempat hiburan buka hingga pukul 24.00 WIB.

"Lewat dari waktu yang ditetapkan, Satpol PP bersama tim Satuan Kerja Keamanan Ketertiban Kota (SK4) akan langsung mengambil tindakan tegas," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat setempat bila ingin merayakan tahun baru hendaknya diisi dengan kegiatan bermanfaat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Kami mendorong masyarakat melakukan kegiatan positif di lingkungan tempat tinggal seperti kegiatan keagamaan. Hal ini akan membantu mengurangi kepadatan yang selalu terjadi di Jam Gadang saat pergantian tahun," ujarnya. ***

Sumber:Antara
Kategori:Sumatera Barat, Voli, Olympic, PON
wwwwww