Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Waduh... Polresta Terutang Hampir Rp1 Miliar untuk Biaya Makan Para Tahanan

Waduh... Polresta Terutang Hampir Rp1 Miliar untuk Biaya Makan Para Tahanan
Polresta Samarinda menggelar pers rilis akhir tahun 2016. (foto: merdeka.com/Nur Aditya)
Sabtu, 31 Desember 2016 11:06 WIB
SAMARINDA - Polresta Samarinda mengalami defisit anggaran dan memiliki utang lebih dari Rp 900 juta dari awal hingga akhir tahun 2016. Utang yang hampir Rp 1 miliar ini digunakan untuk membiayai makan tahanan. Belum diketahui secara pasti kapan utang itu akan terbayar lunas.

Jumlah tahanan pada tahun 2016 ini tercatat meningkat bila dibanding tahun 2015 lalu. Polresta Samarinda melansir, di tahun 2015 lalu tercatat 1.630 orang yang menjalani penahanan di sel penjara Polresta Samarinda maupun di sel 5 Polsek se-Samarinda. Tahun ini, meningkat sekitar 15,82 persen menjadi 1.888 orang tahanan.

Dilansir dari Merdeka.com, meningkatnya jumlah tahanan, berimbas meningkatnya biaya makan yang mesti dikeluarkan kepolisian. Hingga akhir tahun ini, tidak kurang Rp 900 juta, utang yang mesti ditanggung Polresta Samarinda.

"Untuk biaya makan tahanan ini, terutang hampir Rp 1 miliar," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi, dalam rilis akhir tahun Polresta Samarinda di 2016, di Mapolresta Samarinda, Jumat (30/12) sore.

Diterangkan Eriadi, kapasitas sel tahanan di Polresta Samarinda 171 orang, di mana saat ini sudah jauh melebihi kapasitas tahanan. Meski biaya makan menjadi masalah, namun Eriadi memastikan Polresta Samarinda bukan tanpa upaya untuk menanggulanginya.

"Kita sudah upayakan dengan Pemda, tapi Pemda juga defisit di 2017. Saya lihat di DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) kepolisian di 2017, ada anggaran Rp 600 juta, nanti kita switch untuk bayar utang makan," ungkap Eriadi.

Sejauh ini juga, lanjut Eriadi, belum ada penolakan dari rumah tahanan maupun lembaga pemasyarakatan, untuk menolak tahanan titipan dari kepolisian. Namun demikian, bukan tidak mungkin, Rutan dan Lapas memilih untuk sementara waktu tidak menerima penyerahan tahanan kasus kriminal maupun narkotika.

"Belum, sejauh ini belum ada penolakan ya dari Rutan dan Lapas. Kita juga terus koordinasikan ke Kanwil Hukum dan HAM, bahwa kapasitas ruang tahanan ini, menjadi persoalan," jelas Eriadi.

"Nah, soal biaya makan tahanan ini, tetap tidak akan kita abaikan, kita upayakan terus anggarannya. Sebab, tidak boleh mereka (tahanan) tidak diberi makan. Tidak boleh tidak dikasih makan, gara-gara tidak ada uang," tutup Eriadi. (mdk)

Editor:Arie RF
Sumber:merdeka.com
Kategori:Badminton, Olympic, Kalimantan Timur
wwwwww