Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
12 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
10 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
18 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
8 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
6 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Sambangi IKMR Riau, Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Ingin Orang Minang Bersatu

Sambangi IKMR Riau, Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Ingin Orang Minang Bersatu
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta saat pidato di Pekanbaru Riau. (Humas MPR)
Rabu, 25 Januari 2017 22:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta ingin orang Minang bersatu dan tidak terpecah dalam berbagai organisasi. Cukup dalam satu organisasi yang mempersatukan orang Minang, yaitu Gebu Minang, sebuah gerakan ekonomi budaya Minang.

Harapan itu disampaikan Oesman Sapta yang juga Ketua Umum Gebu Minang dalam pertemuan dengan Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR). Pertemuan berlangsung di Rumah Gadang IKMR Provinsi Riau, di Pekanbaru Riau, Rabu (25/1/2017).

Pertemuan dihadiri Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Ketua Umum IKMR Basrizal Koto, ninik mamak minang Riau.

Oesman Sapta mengungkapkan jumlah orang Minang di Jakarta sebanyak 2,4 juta orang. Namun tidak diketahui dimana saja keberadaan orang Minang itu di Jakarta. "Karena itu saya bertemu khusus dengan warga Minang di Riau. Saya menginginkan Minang bersatu. Jangan terpecah dalam organisasi yang banyak. Cukup bersatu dalam Gebu Minang," katanya.

Oesman menambahkan organisasi SAS (Sulit Air Sepakat) akan dimasukan dalam Gebu Minang. Oesman Sapta adalah Ketua Dewan Pembina SAS. Oesman Sapta berasal dari daerah Sulit Air Sumatera Barat.

Oesman Sapta bangga dengan orang Minang di perantauan karena tidak pernah membuat keributan dan kerusuhan. "Orang Minang pintar menyesuaikan diri. Tidak pernah ada keributan yang dilakukan orang Minang di seluruh provinsi di Indonesia. Filosofi orang Minang itu dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung," ungkapnya.

Orang Minang, lanjut Oesman, juga lebih demokratis dibanding daerah lainnya. "Orang Minang mengakui Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Orang Minang lebih demokratis. Kita masih punya budaya. Gebu Minang adalah organisasi ekonomi dan budaya. Kita berbudaya dan berusaha," paparnya.

Pada waktu lalu Gebu Minang dikenal sebagai gerakan Rp 1.000 untuk membangun kampung halaman. Gerakan itu cukup populer. Namun belakangan kurang terdengar.

"Gebu Minang perlu dibangun dengan konsep 5S yaitu strategi, struktur, skill, sistem dan speed and target. Dengan demikian orang Minang bermartabat dalam berorganisasi. Inilah yang kita ingin bangun," pungkasnya. ***

wwwwww