Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
6 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
10 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
5 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
6 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton

1 Warga Aceh Positif Difteri

1 Warga Aceh Positif Difteri
Vaksin DPT-HB
Senin, 30 Januari 2017 21:18 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki
MEDAN - Satu dari dua pasien asal Provinsi Aceh, ABSL (15) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, positif difteri (infeksi tenggorokan). Sedangkan temannya, MAA (15) dinyatakan negatif. 

Dokter penanggung jawab, dr Hendri Wijaya MKed (Ped) SpA saat pemaparan hasil pemeriksaan dari laboratorium mikrobiologi RSUP H Adam Malik dan Kemenkes RI, menyebutkan, kondisi kedua pasien sudah berangsur pulih, namun masih dirawat di ruang infeksius.

"Pengobatan sudah kita berikan serum antidifteri. Kemudian antibiotik selama 10 hari sejak masuk rumah sakit," sebut Hendri, Senin (30/1/2017).

"Untuk konfirmasi diagnosis, kami bekerja sama dengan mikrobiologi RSUP H Adam Malik. Kemudian memastikan negatif dan positifnya di lab dan litbang Departemen Kesehatan. Lalu kita lakukan pemeriksaan terhadap pasien," timpalnya.

Untuk penularannya, kata Hendri, virus ini masuk melalui saluran udara, pernafasan dan barang-barang yang terkontaminasi penderita. Bisa juga ditularkan lewat bersin atau batuk, dan bukan lewat makanan.

"Kenapa satu anak positif dan satu tidak? (Ini) tergantung status imunitasnya. Masa inkubasi (kuman masuk dan menimbulkan gejala) difteri itu cepat. Paling cepat tiga hari dan paling lama 14 hari. Jadi kalau yang cepat perkembangannya cepat," terangnya.

Menurutnya, banyak masyarakat tidak bisa membedakan gejala difteri dan pilek biasa. Penyakit ini diawali demam, susah menelan dan pilek. Perbedaannya hanya ketika ditemukan bintik putih di tenggorokan.

"Meski pun MAA negatif difteri. Kami tetap obati dia sebagai pasien difteri karena dia tetap terkontaminasi dengan ABSL yang sudah positif," lanjutnya.

Saat ini, kedua pasien sudah dalam masa pemulihan dan diperbolehkan pulang pada Selasa (31/1/2017). Ia menyebutkan, difteri menular kalau tidak diobati. Imunisasi berpengaruh pasien terserang difteri.

"Imunisasi tetap perlu. Kedua pasien ini juga belum tahu imunisasinya lengkap atau tidak. Kita dari Ikatan Dokter Anak Indonesia mengimbau pemerintah membuat imunisasi dosis ulangan," pungkasnya.

Editor:Fatih
Kategori:PON, Olympic, Badminton
wwwwww