Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Prabowo Tahu Dirinya Juga Disadap

Prabowo Tahu Dirinya Juga Disadap
Prabowo Subianto
Senin, 06 Februari 2017 15:50 WIB
JAKARTA - Pembicaraan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin diduga disadap. Dugaan itu muncul setelah terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuduh Kiai Ma'ruf melakukan pembicaraan dengan SBY sebelum mengeluarkan fatwa tentang penistaan agama oleh Ahok.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menilai, sebenarnya bila penyadapan dilakukan untuk tujuan yang baik, tak masalah.

"Sebetulnya itu kan kalau memang kita niatnya baik kita lakukan semua dalam koridor Pancasila dan koridor bakti, bekerja semua untuk rakyat dan bangsa dan kita tidak melanggar hukum sebetulnya disadap juga enggak apa-apa," kata Prabowo di DPP Partai Gerindra, Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Senin (6/2).

Di zaman ini, kata dia, semua orang pasti saling melakukan penyadapan. Apalagi mereka yang memiliki kekuasaan.

"Karena pasti semua orang menyadap semua orang kalau di zaman sekarang. Yang punya kekuasaan pasti nyadap, ya kan?" ujar Prabowo.

Dia juga menyebutkan penyadapan tak hanya soal antarindividu, antarnegara tak jarang ada yang melakukan penyadapan. Dia pribadi tak menyinggung apakah pernah disadap tau tidak, namun Prabowo mengaku akan tahu bila disadap.

"Semua negara nyadap, ya kita kalau bicara yang benar ya enggak apa-apa. Saya tahu kalau saya juga disadap," ungkapnya.

Dia berpesan, di era seperti ini, seharusnya semua anak bangsa saling berpegangan tangan. Bukan saling menyudutkan untuk menjatuhkan.

"Kalau menurut saya condong masyarakat kita ini selalu mau menghardik temen sendiri, menghardik bangsa sendiri. Untuk apa sih? Kita semua ini kan semua dalam satu kapal. Mari kita sama-sama," tutur Prabowo.

"Berkuasa ini amanah, itu ada saatnya naik ada saatnya turun. Enggak usah terlalu dibuat tegang begitu, maunya saya, maunya kita baik baik aja sih. Jangan suka mencela jangan suka mencari jangan suka maki-makilah," tutup Prabowo.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Badminton, Metropolitan, Lingkungan
wwwwww