Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Akhirnya, Polisi yang Sudah Bikin Resah Para Kiai Itu Mengaku dan Minta Maaf

Akhirnya, Polisi yang Sudah Bikin Resah Para Kiai Itu Mengaku dan Minta Maaf
Ilustrasi ulama sepuh. (net)
Selasa, 07 Februari 2017 07:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JOMBANG - Para kiai yang menjadi pengasuh sejumlah pesantrenn di Jombang, Jawa Timur kini sedang resah. Pasalnya, Polres Jombang telah menyebar lembar isian untuk mendata para kiai di sana.

Tak pelak sejumlah kiai memprotes dan mempertanyakan tujuan pihak kepolisian. Menanggapi keresahan para kiai itu, Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto angkat bicara.

Dia pun menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kesalahpahaman tersebut. Dia lantas menjelaskan tujuan pedataan para kiai tersebut. "Pendataan tersebut dilakukan untuk update potensi masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar," kata Agung.

Kata dia, langkah pendataan itu tidak ada hubungannya dengan masalah intoleransi yang saat ini sedang mencuat. "Justru kita mencegah intoleransi merebak di Jombang. Saya tegaskan seyakin-yakinnya tidak ada indikasi ke arah sana," ujarnya.

Meski demikian, dirinya tak menampik jika cara yang dilakukan anggotanya tidak seharusnya dilakukan. "Teknisnya memang kurang tepat. Dari babinkamtibmas menyebarkan angket, harusnya datang langsung. Untuk kesalahpahaman ini, saya sampaikan permohonan maaf kepada para kiai," tegasnya.

Seperti diketahui, salah satu kiai yang keras mempertanyakan cara polisi itu adalah KH Solahuddin Wahid, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. "Ya duduk bareng lah, apa perlunya pendataan perlu diterangkan," ujarnya.

Adik kandung Gus Dur tersebut juga menyesalkan cara yang diambil pihak kepolisian dalam melakukan pendataan. "Yang kami alami, formulir ditaruh di pos satpam. Seharusnya tidak begitu caranya. Duduk bareng, apa yang ingin dicapai," terangnya. ***

wwwwww