Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Termasuk Riau, 6 Polda di Sumatera Bakal 'Perang Habis-habisan' Tangani 4 Permasalahan Berikut Ini

Termasuk Riau, 6 Polda di Sumatera Bakal Perang Habis-habisan Tangani 4 Permasalahan Berikut Ini
Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain (Foto: Chairul Hadi/GoRiau.com)
Selasa, 07 Februari 2017 15:29 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Sejumlah petinggi Polri di beberapa provinsi di Sumatera, mulai dari Kapolres hingga Kapolda, menggelar pertemuan di Medan, Sumatera Utara. Rapat yang sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu tersebut membahas empat isu masalah.

Setidaknya ada enam Polda yang ikut di Wilayah Pulau Sumatera, antara lain Polda Sumut, Polda Riau, Polda Aceh, Polda Sumbar, Polda Kepri dan Polda Jambi. Termasuk para Kapolres di masing-masing wilayah tersebut juga dipanggil ke sana.

Beberapa pokok masalah yang dibahas dalam pertemuan itu termasuk diantaranya soal batas wilayah, khususnya di Pantai Timur (Sumatera). Hal itu seperti yang diungkapkan Kapolda Riau, Irjen Zulkarnain.

"Ada beberapa yang dibahas, pertama soal batas wilayah, peredaran gelap Narkoba, lalu penyelundupan, terorisme hingga antisipasi aksi perompakan," sebut Jenderal bintang dua ini kepada GoRiau.com (GoNews Group), Selasa (7/2/2017) siang.

Masalah-masalah tersebut adalah musuh utama dari masing-masing Polda yang dilibatkan pada pertemuan ini, terutama yang paling penting menyangkut soal peredaran Narkoba, yang ditenggarai masuk melalui perairan.

"Peredaran narkoba itu musuh utama kami sebagai penegak hukum. Kita akan lakukan berbagai upaya yang maksimal untuk mencegahnya, termasuk penegakkan hukum. Tak ada ampun kalau Narkoba," tegas Irjen Zulkarnain.

Sebab itu, pentingnya diberdayakan masyarakat yang bermukim di daerah pesisir. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa berbagai penyelundupan ditenggarai masuk dari sana via perairan dan pelabuhan tak resmi.

"Pemberdayaan masyarakat pesisir. Mereka bisa memberikan kita informasi juga soal ilegal fishing, penyelundupan dan Narkoba. Harus ada kerja sama yang bagus untuk upaya pencegahannya," lanjut Kapolda Riau.

Khusus di Provinsi Riau, hasil mapping (pemetaan) kepolisian, ada beberapa kabupaten yang juga rawan akan hal tersebut, semisal Narkoba hingga penyelundupan Bawang. Ada yang disusup dari beberapa provinsi tetangga bahkan dari luar negeri.

"Yang namanya penyelundupan itu tidak boleh. Kami akan tegakkan hukum," ucap Zulkarnain yang juga baru kembali dari Medan, Sumatera Utara. ***

wwwwww