Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
20 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Wakil Ketua DPR: Kriminalisasi Lagi Marak, yang Dianggap Lawan Ditindak Tegas

Wakil Ketua DPR: Kriminalisasi Lagi Marak, yang Dianggap Lawan Ditindak Tegas
Ratusan mahasiswa geruduk rumah SBY, Senin (6/2). (dok)
Selasa, 07 Februari 2017 13:36 WIB
JAKARTA - Senin (6/2), ratusan mahasiswa menggeruduk kediaman mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai demo ratusan massa tanpa pemberitahuan ke pihak kepolisian tersebut merupakan rekayasa pihak tertentu. Sebab, sudah ada peraturan aksi unjuk rasa tidak boleh dilakukan di rumah pribadi.

''Kelihatan sekali itu direkayasa. Mungkin menakuti-nakuti, dicek saja di belakang mahasiswa itu siapa,'' ucap Fadli, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).

Oleh karena itu, supaya adil, Fadli meminta polisi mengusut aksi tersebut agar tidak ada kriminalisasi.

Apalagi, saat ini sedang marak terjadi kriminalisasi di Indonesia. Orang yang dianggap lawan ditindak tegas. Sementara orang yang dianggap kawan hukum tidak berjalan.

''Hukum ini tumpul ke kawan, tajam ke lawan. Ini yang sedang terjadi di Indonesia, hukum dan aparat penegak hukum sedang menjadi alat politik dan kekuasaan,'' tegas Fadli.

''Terlalu transparan dan terlalu nyata kelihatan. Kita ini tidak bodoh melihat itu, cuma masih segan untuk mengutarakan pendapat,'' sambungnya.

Jika dibiarkan terus menerus, lanjut dia, maka bisa menimbulkan anarki atau bahkan hukum rimba. Hal terjadi karena rakyat tidak lagi percaya dengan aparat kepolisian.

Saat membubarkan aksi demo ratusan mahasiswa di rumah SBY kemarin, polisi mengamankan mobil Terrano bermuatan nasi bungkus.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Lingkungan, Metropolitan, Badminton
wwwwww